Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putin dan Xi Bahas Ketidakpastian Tatanan Global

4 Rabu, 02 Sep 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin dan Xi Bahas Ketidakpastian Tatanan Global Putin dan Xi Bahas Ketidakpastian Tatanan Global Doc: AFP/Kristina Solovyova
Ket. Presiden Russia, Vladimir Putin, berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saat keduanya bertemu di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek, Kyrgyzstan, pada Senin (31/8). Dalam pertemuan itu, Xi dan Putin menyatakan soal ketidakpastian tatanan internasional yang kian meningkat.

BISHKEK - Presiden Russia, Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok. Xi Jinping, pada Senin (31/8) bertemu dan melakukan pembicaraan di Kyrgyzstan, tempat selusin kepala negara lainnya juga berkumpul untuk mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Kedua pemimpin negara itu terakhir kali bertemu pada Mei lalu.

Turut hadir di KTT blok regional yang digelar di Bishkek itu pemimpin dari Iran, Masoud Pezeshkian, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Presiden India, Narendra Modi, dan Presiden Pakistan, Shehbaz Sharif, serta sejumlah pemimpin negara lain.

KTT SCO ini berlangsung empat setengah tahun setelah invasi Moskwa ke Ukraina dan enam bulan setelah dimulainya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Putin dan Xi sebelumnya telah menggunakan KTT SCO untuk mempromosikan visi mereka tentang dunia multipolar dan menampilkan front persatuan melawan Barat.

Xi mengatakan kepada Putin bahwa dia senang bisa bertemu dengannya, dan menyatakan bahwa hubungan Russia-Tiongkok telah menjadi lebih solid dan prospek hubungan kedua negara  akan semakin cerah.

"Tingkat ketidakpastian dalam tatanan internasional jelas telah meningkat," kata pemimpin Tiongkok itu.

Sementara itu Putin mengatakan kepada Xi bahwa jalinan kerja sama kedua negara telah berkembang dengan sukses di semua bidang.

Saat ini perekonomian Russia semakin bergantung pada Tiongkok setelah invasi Moskwa selama 4,5 tahun ke Ukraina. Sementara itu negara-negara Barat telah menyerukan kepada Beijing untuk menekan Moskwa agar mengakhiri serangannya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada media Russia bahwa keduanya hanya membahas perang Ukraina secara sepintas.

Selain dengan Xi Jinping, Putin juga mengadakan pembicaraan terpisah dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Russia dan Iran yang termasuk negara-negara yang paling banyak dikenai sanksi di dunia, telah memperdalam hubungan militer dan ekonomi mereka secara besar-besaran sejak Moskwa menginvasi Ukraina.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah memperingatkan Moskwa dan Beijing agar tidak mempersenjatai Iran.

Pertemuan Putin dengan Pezeshkian berlangsung beberapa hari setelah direktur CIA, John Ratcliffe, melakukan kunjungan langka ke Moskwa, dengan media AS berspekulasi bahwa ia mungkin telah membahas isu Ukraina dan Iran dengan rekan-rekannya dari Russia.

Raih Momentum

Secara historis, SCO fokus membahas isu-isu ekonomi, tetapi telah meraih momentum dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Moskwa dan Beijing. Selain 10 anggotanya, kini organisasi tersebut memiliki 15 mitra dialog, termasuk dengan Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Selain itu, terdapat dua negara pengamat yaitu Afghanistan dan Mongolia.

KTT Bishkek berlangsung pada saat beberapa anggota SCO berada di tengah-tengah perang nyata atau perang dagang, dengan pemberlakuan tarif AS terhadap barang-barang Tiongkok dan India.

Bulan ini, AS memberlakukan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran di sektor emas, teknologi, aset digital, penerbangan, dan transportasi maritim, dengan tujuan melumpuhkan ekonomi Teheran.  Selain itu Washington DC juga mengancam sekutu Iran dengan sanksi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.