Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Siaga Hadapi Puncak El Nino pada September

3 Rabu, 02 Sep 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Siaga Hadapi Puncak El Nino pada September Pemerintah Siaga Hadapi Puncak El Nino pada September Doc: Antara
Ket. Menhut Raja Juli Antoni memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

JAKARTA - Pemerintah terus bersiaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak El Nino pada September, termasuk dengan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan terjadi tren penurunan titik panas (hotspot) pada akhir Agustus di enam provinsi prioritas, meski pemerintah masih mengantisipasi potensi karhutla mengingat periode puncak El Nino diperkirakan terjadi pada September.

“Ini menurun sekali lagi kontribusi demikian banyak faktor. Tadi di darat teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, water bombing bergerak, kira-kira demikian. Tapi dari segi nature-nya, kita belum keluar dari ancaman El Nino ini. Karhutla masa El Nino ini belum sama sekali, kita belum aman. Saya katakan tadi September ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kita,” kata Menhut di Jakarta, Selasa (1/9).

Kewaspadaan diperlukan, jelasnya, mengingat diperkirakan puncak fenomena iklim El Nino, yang menyebabkan kekeringan ekstrem di Indonesia, dapat terjadi pada bulan September.

Beberapa langkah yang akan diambil termasuk mengintensifkan OMC di enam provisi yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, ketika terdapat awan hujan yang bisa disemai. OMC itu dilakukan untuk membasahi lahan dan menjaga tinggi muka air tanah sebagai langkah menekan potensi karhutla. 

“Tapi kalau ada di tempat-tempat di karhutla ada OMC, ada peluang hujan, kita lakukan OMC. Saya sudah berkoordinasi juga kemarin di Riau, di Sumsel, di Kalimantan Barat dengan Danlanud, dengan Kepala Bandara untuk mengizinkan pesawat OMC terbang sampai tengah malam sekalipun, kalau memang potensi awan hujannya ada,” jelasnya.

Selain itu terus dilakukan pula pembasahan lahan dan pemadaman via udara atau water bombing, dibantu oleh beberapa negara termasuk Jepang yang menyiapkan tiga helikopter untuk membantu operasi penanganan karhutla Indonesia. 

Terus dilakukan pula upaya pencegahan dan penanganan di darat, terutama oleh Manggala Agni Kemenhut yang sampai saat ini masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan kepada pemerintah agar upaya penanganan karhutla yang terjadi di berbagai titik untuk dilakukan dengan koordinasi lintas kementerian.

Dia mengatakan permasalahan karhutla berdampak ke banyak sektor kehidupan masyarakat, khususnya terhadap pendidikan dan kesehatan. Terlebih lagi, kata dia, kondisi karhutla saat ini sudah merupakan kejadian luar biasa (KLB).

“Bukan hanya bagaimana penanganan karhutla tersebut, tetapi antisipasi terkait masalah kesehatan, pendidikan, dan koordinasi antisipasi setelah karhutla-nya selesai,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia pun menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan penanganan atau pemadaman api. Oleh karena itu, sebut dia, penanganannya pun tidak bisa dilakukan oleh kementerian-kementerian secara parsial.

Cegah ISPA

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, anak-anak di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap harus memakai masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meskipun pembelajaran dilakukan di luar sekolah. 

“Dia sekolah maupun tinggal di rumah sama saja, terkena eksposur terhadap udara. Jadi kalau dari sisi kesehatan, kita koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan, yang penting harus pakai masker supaya partikel-partikel PM2.5-nya itu yang bahaya bisa tersedot, itu bisa tersaring,” kata Budi di Jakarta, Selasa. 

Hal itu disampaikan sebagai respons dari pembelajaran di luar sekolah bagi anak-anak di daerah karhutla. Menurutnya, memakai masker adalah pencegahan yang lebih baik. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengirimkan lebih dari 5 juta masker serta konsentrator oksigen, karena tidak mungkin populasinya dipindahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Alcaraz Prediksi Persaingan...
Olahraga
Alcaraz Sapu Bersih Gelar T...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.