Gempa NTT Guncang Flores, Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Warga Tetap Aman
Rabu, 02 Sep 2026, 03:01 WIBJakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Kementerian Pertanian terus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.
"Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi," kata Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9).
Amran mengatakan dukungan pemerintah tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.
Menurut dia, pemulihan sektor pertanian penting dilakukan agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap setelah bencana.
"Serta membantu pemulihan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.
Meski demikian, Amran belum menyampaikan data mengenai luas lahan pertanian yang terdampak gempa di wilayah Pulau Flores, NTT.
Ia menegaskan Kementerian Pertanian akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana dapat berjalan efektif. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendukung keberlangsungan mata pencaharian petani yang terdampak.
Atas nama Kementerian Pertanian, Amran turut menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
"Semoga masyarakat yang sedang menghadapi musibah diberikan kekuatan, ketabahan, perlindungan, serta proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan cepat dan baik," ucapnya.
Ia berharap seluruh proses penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan efektif sehingga masyarakat terdampak segera memperoleh kembali rasa aman, akses terhadap pangan, serta kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka secara bertahap.
Bantuan Pangan
Sementara itu, Perum Bulog hingga 1 September 2026 telah menyalurkan bantuan pangan berupa 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat respons kemanusiaan sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
"Bulog terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah NTT. Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat terdampak bencana," kata Rizal dalam jumpa pers pembaruan perkembangan stok pangan di wilayah terdampak gempa NTT di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa malam.
Bantuan beras tersebut terdiri atas 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana (Bencal), 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton dari program bantuan pangan beras.
Sementara itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.
Bantuan pangan tersebut telah menjangkau tujuh kabupaten terdampak gempa, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
- Bantuan Gempa NTT
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik
-
Upaya Menguak Siapa Saja yang Terlibat, KPK Buka Peluang Periksa Ridwan Kamil Setelah Tahan Tersangka Bank BJB
-
Badan Geologi: Asap di Gunung Raung Bukan Erupsi Tapi Kebakaran
-
Gedung Bapenda Terbakar, Pemprov DKI Pastikan Data Pajak dan Aset Daerah Aman
-
Sekolah membutuhkan perbaikan di Kerinci
-
Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"
-
OPEC Ramal Permintaan Minyak Dunia Bakal Anjlok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.