• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Antheia Merdeka Festival H...

Antheia Merdeka Festival Hadirkan Aktivitas Edukatif untuk Anak di Kepulauan Seribu

Rabu, 02 Sep 2026, 19:33 WIB

KEPULAUAN SERIBU – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kepulauan Seribu diisi dengan kegiatan yang memadukan olahraga, kreativitas, edukasi lingkungan, kesehatan, dan kepedulian sosial. Melalui Antheia Merdeka Festival 2026, The Antheia Project mengajak anak-anak yatim dan piatu mengikuti berbagai aktivitas yang dikemas secara interaktif. Festival tersebut mengusung tema #JagaBumiJagaDiri dan #SayNoToStyrofoam.

Kegiatan berlangsung selama dua hari di dua wilayah Kepulauan Seribu. Hari pertama digelar di RPTRA Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, pada 22 Agustus 2026. Sehari berikutnya, kegiatan berlanjut di RPTRA Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Ket. Foto: Kegiatan Antheia Merdeka Festival 2026 yang diadakan oleh The Antheia Project di Kepulauan Seribu. Kegiatan ini mengajak anak yatim dan piatu di Kepulauan Seribu merayakan kemerdekaan melalui olahraga, kreativitas, dan edukasi lingkungan. — Sumber: The Antheia Project

Rangkaian festival diawali dengan upacara pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan, pengenalan program, senam bersama, serta perlombaan tarik tambang sebelum peserta mengikuti berbagai aktivitas yang terbagi dalam beberapa zona.

Festival tersebut dirancang untuk menggabungkan kegiatan bergerak, berkarya, belajar, dan bermain dalam satu ruang yang ditujukan bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Mengubah Limbah Tekstil Menjadi Karya

Salah satu aktivitas yang diperkenalkan kepada peserta berada di Creative Zone: Arts & Craft. Melalui kegiatan Waste to Value: Textile Waste to Beautiful Frame Art, anak-anak diajak memanfaatkan limbah tekstil untuk menghasilkan karya seni.

Kegiatan tersebut memperkenalkan konsep upcycling, yakni mengolah material yang sudah tidak digunakan menjadi produk baru yang memiliki nilai guna maupun nilai estetika.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak. Mereka diperkenalkan pada gagasan bahwa barang yang dianggap sebagai limbah tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi masih dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas.

Mengenalkan Keanekaragaman Hayati Lewat Permainan

Edukasi mengenai lingkungan juga hadir melalui Discover Zone: Kids Corner. Di area ini, peserta diperkenalkan pada keanekaragaman hayati melalui permainan yang dirancang sesuai dengan karakter anak-anak.

Aktivitas seperti Animals Sensory Hunt dan Match the Puzzle digunakan untuk mengenalkan berbagai satwa sekaligus membangun rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar.

Metode berbasis permainan tersebut menjadi pendekatan untuk memperkenalkan isu keanekaragaman hayati tanpa menjadikannya sekadar materi pembelajaran formal.

Anak-anak didorong untuk mengenali satwa dan ekosistem melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Olahraga Bangun Kerja Sama dan Sportivitas

Aspek aktivitas fisik menjadi bagian lain dari festival melalui Move Zone. Peserta mengikuti permainan dan pertandingan futsal serta voli yang dirancang untuk membangun kebiasaan hidup aktif.

Selain aktivitas olahraga, permainan beregu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan nilai kerja sama, sportivitas, kepercayaan diri, dan kebersamaan.

Kompetisi dikemas dalam suasana yang menyenangkan sehingga peserta dapat merasakan semangat bertanding sekaligus belajar menghargai anggota tim dan lawan.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan gaya hidup sehat serta nilai sosial kepada anak-anak.

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian

Di luar aktivitas peserta, aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan festival. The Antheia Project berkolaborasi dengan pemangku kepentingan pengelolaan sampah untuk mendukung penanganan sampah selama kegiatan berlangsung.

Upaya tersebut menjadi bagian dari tema lingkungan yang dibawa melalui kampanye #JagaBumiJagaDiri dan #SayNoToStyrofoam.

Co-Founder & CEO The Antheia Project Ruhani Nitiyudo mengatakan bahwa festival dirancang untuk menghadirkan ruang yang sehat, kreatif, dan memberikan kesempatan kepada generasi muda.

“Dalam perayaan kemerdekaan, kami ingin menciptakan ruang yang sehat, kreatif, dan penuh kesempatan bagi generasi muda. Melalui Antheia Merdeka Festival, kami menghadirkan pengalaman yang positif untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Ruhani melalui siaran pers pada Rabu (2/9/2026).

Menurut The Antheia Project, edukasi mengenai keberlanjutan akan lebih mudah diterima ketika tidak hanya disampaikan dalam bentuk informasi, tetapi juga diwujudkan melalui pengalaman dan tindakan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melibatkan Berbagai Mitra

Penyelenggaraan Antheia Merdeka Festival 2026 juga melibatkan sejumlah pihak dari sektor swasta dan organisasi.

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari kolaborasinya dengan The Antheia Project dalam menghadirkan program yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kebutuhan hidrasi peserta selama mengikuti berbagai aktivitas juga menjadi perhatian. POCARI SWEAT dan Kreasi Wisata Mania (KWM) hadir sebagai Official Hydration Partner untuk mendukung kebutuhan minum peserta selama festival.

Sementara dari sisi kesehatan dan keselamatan, Palang Merah Indonesia (PMI) turut hadir untuk mendukung kesiapsiagaan serta memberikan pertolongan pertama apabila diperlukan selama rangkaian kegiatan.

Kolaborasi antara organisasi, perusahaan, dan mitra tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan festival yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Kemerdekaan Dirayakan Bersama

Pelaksanaan Antheia Merdeka Festival di Pulau Kelapa dan Pulau Tidung menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Anak-anak tidak hanya diajak mengikuti perlombaan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai kreativitas, olahraga, keanekaragaman hayati, dan pengelolaan lingkungan.

Bagi The Antheia Project, pendekatan berbasis pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif yang berkelanjutan. Edukasi lingkungan, misalnya, tidak berhenti pada pengenalan konsep upcycling, tetapi diterapkan langsung dengan mengolah material bekas menjadi karya.

Dari Pulau Kelapa hingga Pulau Tidung, festival tersebut membawa pesan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan berkembang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.