Wisman Tembus 1,52 Juta pada Juli, Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar

Selasa, 01 Sep 2026, 19:10 WIB

JAKARTA – Memasuki semester II-2026, geliat pariwisata Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Tren tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya tarik destinasi Indonesia di tengah persaingan pariwisata global, sekaligus membuka peluang bagi sektor akomodasi, transportasi, ekonomi kreatif, hingga UMKM untuk ikut menikmati dampaknya.

Ket. Foto: Ilustrasi - Wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api. — Sumber: ANTARA/ HO-PT KAI.

Namun, momentum kenaikan wisman perlu dijaga dengan peningkatan kualitas destinasi dan layanan agar pertumbuhan kunjungan dapat berlanjut secara berkelanjutan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2026 mencapai 1,52 juta kunjungan, dengan porsi terbesar merupakan turis dari Malaysia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9), menjelaskan kunjungan wisman melalui pintu masuk utama tercatat sebanyak 1.362.812 juta kunjungan. Sementara wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan mencapai 162.225 kunjungan.

“Secara total, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,52 juta kunjungan atau naik 9,99 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau 2,95 persen secara tahunan (year-on-year/ yoy),” kata Ateng.

Adapun secara kumulatif, yakni pada Januari hingga Juli 2026, total kunjungan wisman mencapai 8,98 juta kunjungan atau meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak 2020.

Bila ditinjau berdasarkan paspor yang dipegang, kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisatawan pemegang paspor Malaysia dengan porsi 15 persen. Kunjungan terbanyak berikutnya yaitu Australia (12,34 persen) dan Tiongkok (10,28 persen).

Secara bulanan, terjadi peningkatan kunjungan wisman pada pemegang paspor Australia (12,39 persen) dan Tiongkok (33,40 persen). Sementara untuk wisman pemegang paspor Malaysia mengalami penurunan (11,59 persen).

Namun, bila ditinjau secara tahunan, ketiganya mengalami kenaikan, yakni Malaysia naik 7,83 persen, Australia 8,67 persen, dan Tiongkok 8,45 persen.

“Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kunjungan tersebut terutama didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia,” ujar Ateng.

Sementara untuk wisatawan nusantara (wisnus), jumlah perjalanan mencapai 107,44 juta perjalanan atau naik 0,23 persen (mtm) dan 7,23 persen (yoy).

Secara kumulatif Januari hingga Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 737,85 juta perjalanan atau meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun untuk wisatawan nasional (wisnas), yang merujuk pada perjalanan orang Indonesia ke luar negeri, tercatat sebanyak 802,67 ribu perjalanan wisnas atau naik 4,68 persen (mtm) atau 7,73 persen (yoy).

Untuk perhitungan kumulatif Januari hingga Juli 2026, totalnya mencapai 5,26 juta perjalanan atau menurun sebesar 3,25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Meningkatnya perjalanan wisatawan nasional secara bulanan terutama terkait dengan libur sekolah semester genap, perjalanan umrah terutama melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II di Riau, serta adanya berbagai kegiatan menarik di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Tiongkok,” kata Ateng.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.