- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bento Beku Makin Populer d...
Bento Beku Makin Populer di Jepang, Pasarnya Tembus Rp23 Triliun
Selasa, 01 Sep 2026, 16:17 WIBTokyo -Makanan bento beku semakin populer di Jepang seiring meningkatnya layanan pengiriman makanan ke rumah berbasis langganan. Hidangan siap saji yang cukup dipanaskan dengan microwave tersebut menawarkan beragam pilihan, mulai dari menu kaya sayuran hingga makanan khusus bagi lansia dan penderita penyakit kronis.
Lembaga riset Fuji Keizai Co. memperkirakan pasar bento beku Jepang mencapai 217,4 miliar yen (sekitar 1,36 miliar dolar AS) pada 2026, atau tumbuh 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah perusahaan besar, seperti produsen makanan Ajinomoto Co. dan pengelola restoran Jepang Watami Co., turut memasuki pasar tersebut.
Greenspoon Inc., perusahaan yang berbasis di Tokyo, menjadi salah satu pemain yang mengembangkan bento beku melalui produk DELI BENTO yang diluncurkan pada Desember 2025. Setiap paket berisi hidangan utama, makanan pendamping, dan salad dengan sekitar 35 pilihan menu, termasuk kari hijau.
Presiden Greenspoon Ren Kurosaki mengatakan tren makan di rumah berpotensi semakin meningkat seiring rencana pemerintah Jepang menurunkan pajak konsumsi makanan dan minuman dari 8 persen menjadi 1 persen mulai April mendatang.
âRencana pemotongan pajak konsumsi mendatang juga akan mendongkrak permintaan untuk makan di rumah, dan kami memperkirakan pasar ini akan terus berkembang,â ujar Kurosaki.
Untuk paket langganan 12 porsi, harga setiap bento sekitar 886 yen atau hampir Rp100 ribu. Pada Juli, Greenspoon juga memperluas layanan dengan menyediakan freezer di sejumlah kantor sehingga karyawan dapat membeli makanan beku secara langsung.
Pasar bento beku juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan khusus. Dr. Tsurukame Kitchen, layanan makanan beku milik anak perusahaan Kuradashi Co., menawarkan menu yang diawasi dokter spesialis dan ahli gizi.
Layanan tersebut menyediakan lima kategori makanan berdasarkan kebutuhan asupan garam, karbohidrat, kalori, dan nutrisi lainnya. Untuk konsumen yang menjalani diet rendah garam, tersedia menu dengan kandungan garam maksimal dua gram per porsi.
Paket tujuh porsi dibanderol 5.184 yen atau sekitar Rp580 ribu. Hingga akhir Juni, penjualan kumulatif layanan tersebut telah mencapai 3 juta porsi.
Sementara itu, Wellness Dining Co. menawarkan makanan beku bertekstur lembut bagi lansia atau konsumen yang mengalami kesulitan mengunyah dan menelan. Pelanggan dapat memilih tiga tingkat kelembutan, yakni mudah dikunyah, dapat dilumatkan dengan gusi, dan dapat dilumatkan dengan lidah.
Perusahaan tersebut juga meluncurkan paket Omoide Irodori pada Mei yang dirancang dengan komposisi nutrisi seimbang untuk mendukung fungsi kognitif yang sehat. Paket tujuh porsi tersebut dijual seharga 7.884 yen atau sekitar Rp870 ribu.
Perkembangan tersebut menunjukkan bento beku di Jepang tidak lagi sekadar menjadi makanan praktis, tetapi berkembang menjadi solusi konsumsi yang menyasar kebutuhan kesehatan, lansia, hingga gaya hidup masyarakat yang semakin membutuhkan makanan siap saji.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.