Bagi-bagi Masker untuk Melindungi Masyarakat dari Kabut Asap

Selasa, 01 Sep 2026, 23:15 WIB

Malinau, Kaltara - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya melindungi warga dari dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat, DKPPKB Malinau saat ini memiliki stok sebanyak 2.200 kotak masker, dengan masing-masing kotak berisi 50 lembar masker,” ujar Kepala DKPPKB Kabupaten Malinau Yuli Triana di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa.

Ket. Foto: Sekda Malinau Ernes Silvanus bersama DKPPKB Kabupaten Malinau membagikan masker kepada masyarakat Malinau di Simpang Empat Jembatan Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (1/9/2026). — Sumber: Antara

Masker tersebut, tegasnya, tidak hanya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga diupayakan menjangkau wilayah pedalaman dan perbatasan, dengan menyesuaikan kondisi akses dan transportasi.

DKPPKB Malinau juga terus mengantisipasi kemungkinan kabut asap berlangsung dalam waktu yang lebih lama dengan menyiapkan langkah penambahan stok masker.

“Pembagian masker tadi kita mulai di Simpang Empat Jembatan Malinau Kota bersama Bapak Sekretaris Daerah (Sekda),” ungkapnya.

Yuli mengatakan, kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Oleh karena itu, kata dia, DKPPKB Malinau mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Selain itu juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela rumah guna meminimalkan masuknya asap ke dalam ruangan.

Menurutnya salah satu penyakit yang perlu diwaspadai akibat paparan kabut asap adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berpotensi menyerang, terutama kelompok anak-anak.

“Dampak yang paling sering muncul akibat kabut asap adalah gangguan pernapasan, termasuk ISPA. Kami terus memantau apakah ada peningkatan kasus di wilayah Kabupaten Malinau,” katanya.

Melalui langkah tersebut, lanjut Yuli, pemerintah berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Sekda Malinau Ernes Silvanus mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau, terdapat pergerakan udara dari wilayah Berau dan Tanjung Selor menuju Malinau yang diduga turut membawa dampak kabut asap ke wilayah Malinau.

Kondisi ini bahkan mulai mengganggu transportasi udara. Jarak pandang yang terbatas menyebabkan penerbangan menuju Malinau tidak dapat beroperasi.

“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker apabila berada di luar ruangan. Kalau tidak ada kegiatan yang terlalu penting, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar. Kemudian, banyak minum air putih,” pesannya.

Dia juga meminta masyarakat, termasuk para pekebun dan peladang, untuk meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Kabut asap yang kembali terjadi, menurutnya harus menjadi pembelajaran bersama. Dia menilai pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran perlu diperkuat, baik terhadap masyarakat, badan usaha maupun pihak lainnya.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa tahun bahkan puluhan tahun lalu. Karena itu, kesadaran dan pengawasan bersama harus terus ditingkatkan,” kata Ernes.

  • asap karhutla

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.