Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus

Selasa, 01 Sep 2026, 13:03 WIB

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras, termasuk kelompok medium dan premium, kompak mengalami kenaikan pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta, Selasa (01/9), mengatakan perkembangan rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran mengalami peningkatan.

Ket. Foto: Pekerja membawa karung beras kualitas premium pesanan pelanggannya di salah satu depo grosir beras Pasar Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis (24/7/2025).  — Sumber: ANTARA

Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, misalnya, secara keseluruhan naik 1,32 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Jika dirinci menurut kualitas beras di tingkat penggilingan, harga beras premium naik 1,22 persen (mtm) dan 10,07 persen (yoy). Sementara itu, harga beras medium naik 1,48 persen (mtm) dan 4,03 persen (yoy).

“Jadi, secara year-on-year, untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium,” kata Ateng.

Sebagai catatan, tren kenaikan harga beras medium maupun premium telah berlangsung sejak Februari 2026.

Selanjutnya, untuk perkembangan harga beras di tingkat grosir dan eceran pada Agustus 2026, di tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,80 persen (mtm) dan 4,28 persen (yoy).

Adapun di tingkat eceran, terjadi inflasi sebesar 0,42 persen (mtm) dan 2,77 persen (yoy).

“Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Ateng.

Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) secara nasional berada pada level 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05 persen dibandingkan pada Juli tahun 2026.

Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,14 persen menjadi 165,66, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09 persen menjadi 128,24.

Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani secara nasional yaitu gabah, kelapa sawit, karet, dan ayam ras pedaging. Adapun komoditas yang memengaruhi indeks harga yang dibayar petani, di antaranya daging ayam ras, beras, kacang panjang, dan buncis.

  • Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Harga Beras Premium
  • harga beras medium

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.