Putra Mahkota Haakon Naik Takhta
📅 Senin, 31 Agu 2026, 02:19 WIB | Oleh: Tim PenulisOSLO - Raja Haakon VIII dari Norwegia pada Sabtu (29/8) memberikan penghormatan kepada mendiang ayahnya, Raja Harald V, menyebutnya sebagai ayah yang luar biasa dalam pidato pertamanya kepada bangsa sebagai seorang raja.
“Yang terpenting, beliau adalah seseorang yang tetap teguh pada nilai-nilai dan berdedikasi pada tugas-tugasnya,” kata Raja Haakon dalam pidato yang disiarkan televisi. “Kami sangat berduka atas kehilangannya. Pada saat yang sama, hal itu memberi kami penghiburan dan kekuatan untuk mengetahui bahwa ada begitu banyak orang yang berduka bersama kami.”
Raja Harald dari Norwegia meninggal pada usia 89 tahun, setelah lebih dari tiga dekade bertakhta, di mana selama masa pemerintahannya ia dikenal sebagai seorang reformis dan raja yang populer. Dalam pidato yang disiarkan televisi dari istana, Raja Haakon memuji ayahnya sebagai pria keluarga yang hangat dan penuh pengabdian.
Raja Haakon menjadi emosional saat berbicara tentang ibundanya, Ratu Sonja. Dia menyebutkan bahwa orang tuanya seharusnya merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-58 pada Sabtu lalu.
Sebelumnya pada Sabtu, Raja Haakon bertemu dengan para pemimpin Gereja Norwegia, parlemen, dan Mahkamah Agung di istana. Ia juga menerima Perdana Menteri Jonas Gahr Store yang datang untuk melayat mendiang raja setelah jasadnya dibawa ke istana dari Rumah Sakit Universitas Oslo pada Jumat (28/8) malam.
Di luar istana tampak bendera setengah tiang dikibarkan pada Sabtu saat para pelayat terus berdatangan untuk meletakkan karangan bunga penghormatan.
Haakon secara otomatis menjadi raja setelah kematian ayahnya. Norwegia tidak mengadakan upacara penobatan karena hal itu sudah dihapuskan oleh parlemen pada tahun 1908. Namun, seperti ayah dan kakeknya, Haakon dapat melaksanakan upacara penobatan di Katedral Trondheim, tempat para raja Norwegia dinobatkan antara tahun 1814 dan 1906.
Dalam pidatonya, Raja Haakon mengatakan ia akan mengikuti jalannya sendiri seperti yang dilakukan ayahnya, sambil menegaskan kembali prinsip-prinsip monarki konstitusional Norwegia. Ia dijadwalkan untuk mengucapkan sumpah di parlemen pada Selasa (1/9) untuk menjunjung tinggi konstitusi dan hukum negara.
“Kami percaya pada sistem pemerintahan mandiri kami dan pada demokrasi. Kami percaya pada masyarakat yang dibangun di atas supremasi hukum, di mana setiap individu memiliki nilai yang sama,” kata dia. AFP/DW/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!