- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bulan Bakal Punya Zona Wak...
Bulan Bakal Punya Zona Waktu Sendiri, Tak Lagi Ikut Jam Bumi
Senin, 31 Agu 2026, 16:40 WIBTOKYO - Berbagai negara sedang bersiap menetapkan standar waktu terpadu Bulan dalam sebuah konferensi internasional di Paris untuk membahas isu tersebut di tengah persaingan global untuk membangun stasiun misi di Bulan.
Negara-negara anggota akan membahas isu tersebut dalam Konferensi Umum tentang Satuan dan Ukuran, yang menetapkan standar ukuran global, serta rencana pembangunan stasiun misi permanen dan navigasi di Bulan yang akan digenjot mulai 2030.
Tiongkok dan Amerika Serikat adalah negara dengan rencana mendaratkan astronot di Bulan serta memanfaatkan sumber daya di Bulan.
Menurut teori relativitas umum, waktu di Bulan berlalu sedikit lebih cepat daripada di Bumi karena gravitasi di Bulan hanya seperenam dari gravitasi Bumi. Oleh karena itu, waktu Bulan adalah lebih cepat sekitar 56 mikrodetik per hari daripada di Bumi.
Perbedaan waktu antara Bumi dan Bulan diyakini dapat menimbulkan masalah dalam misi Bulan di masa depan.
Saat membangun pangkalan di Bulan, misalnya, operator harus mengetahui lokasi pasti di mana pekerjaan dilakukan. Untuk itu, sinyal dari satelit yang mengorbit Bulan akan digunakan untuk menghitung posisi, serupa dengan sistem GPS di Bumi.
Waktu di Bulan harus akurat, karena kesalahan waktu sebesar 1 mikrodetik saja dapat mengubah posisi di Bulan sejauh 300 meter, sehingga dapat mengganggu robot-robot yang dikerahkan membangun "stasiun" di Bulan.âââââââ
Mamoru Sekido, seorang manajer riset di Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Jepang, mengatakan kerja sama internasional untuk mengoordinasikan dan menyatukan standar waktu atas satelit menjadi amat penting untuk pembangunan di Bulan.
Saat ini, muncul dua usulan untuk menetapkan waktu Bulan.
Usulan pertama adalah dengan menggunakan jam hipotesis di pusat massa Bulan dan menghitung waktu dari sana.
Kemudian, usulan kedua adalah dengan menggunakan jam nyata yang ditempatkan sejajar pada rata-rata ketinggian permukaan Bulan sebagai acuan. Langkah itu mirip dengan bagaimana waktu di Bumi dapat diketahui. Ant
Berita Terkait:
-
Kajati Jateng yang Juga Deputy CdM Kontingen Indonesia Dukung 50 Wakil Jateng di Asian Para Games 2026
-
Hasil Liga Italia: Inter Milan Rebut Puncak Klasemen Usai Kalahkan Venezia 2-0
-
Bebas Curhat Gratis, Menteri P2MI Luncurkan Layanan Telekonseling Buat PMI di Luar Negeri
-
Tak Mau Kalah dari China, Pabrikan Mobil Jepang Pangkas Waktu Pengembangan Model Baru
-
Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen
-
Tanggulangi Kebakaran Hutan, Natuna Dirikan Pos Lapangan di Daerah Rawan
-
Arab Saudi Pilih Singapura untuk Timbun Cadangan Minyak Mentah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.