Irigasi Rusak Diterjang Bencana, Pasaman Barat Kejar Pemulihan 10 Titik

Minggu, 30 Agu 2026, 17:55 WIB

SIMPANG EMPAT – Perbaikan irigasi dan dam parit yang rusak akibat bencana alam perlu dipercepat karena menyangkut keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Infrastruktur air yang terganggu dapat menghambat distribusi air ke lahan, menurunkan produktivitas, hingga memperbesar risiko gagal panen.

Ket. Foto: Pemkab Pasaman Barat sedang mempercepat pembangunan 10 titik irigasi dan dam parit yang rusak terdampak bencana alam berapa waktu lalu dan progresnya capai 80 persen. — Sumber: ANTARA/ HO-DTPH Pasaman Barat.

Karena itu, percepatan rehabilitasi tidak cukup hanya memulihkan kerusakan, tetapi juga harus meningkatkan ketahanan infrastruktur menghadapi bencana serupa di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mempercepat pembangunan 10 titik irigasi dan dam parit yang rusak terdampak bencana alam berapa waktu lalu.

"Saat ini pengerjaan perbaikan irigasi atau konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan dengan capaian pekerjaan 80 persen," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Minggu (30/8).

Dia mengatakan pengerjaan irigasi itu dilakukan secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp1,23 miliar.

"Pengerjaannya terus kita pantau dan evaluasi agar cepat selesai sehingga bisa dimanfaatkan petani dengan cepat. Satu titik pengerjaan dengan anggaran sekitar Rp120 juta," ujarnya.

Selain mempercepat pelaksanaan pembangunan irigasi, pihaknya juga telah mengusulkan optimalisasi lahan terdampak bencana.

Sebelumnya juga telah menyelesaikan optimalisasi lahan bencana di lahan seluas 176 hektare atau di 8 titik kelompok tani dengan total anggaran Rp998.460.000.

Menurutnya, pembangunan dan perbaikan sawah dan konservasi air dan dam parit sangat penting dilakukan dengan cepat karena menyangkut dengan ekonomi warga.

"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," ujar dia.

Selain pembangunan irigasi dan optimalisasi juga melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sedang melakukan rehabilitasi daerah irigasi yang terdampak bencana hidrometeorologi di 26 titik melalui anggaran transfer ke daerah (TKD).

Lokasi 26 titik daerah irigasi itu berada di empat kecamatan yakni Talamau, Luhak Nan Duo, Kinali, dan Gunung Tuleh.

Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan lahan pertanian terdampak karena banjir dan lumpur.

  • Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
  • Irigasi
  • dam parit

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.