Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Siaga! Gletser Himalaya Dipantau Ketat Usai Banjir Dahsyat Tewaskan 682 Orang

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
India Siaga! Gletser Himalaya Dipantau Ketat Usai Banjir Dahsyat Tewaskan 682 Orang Doc: Antara
Ket. Warga berjalan di tengah lumpur dan puing-puing rumah yang runtuh akibat tanah longsor dan banjir bandang di wilayah dekat perbatasan Nepal-Tiongkok, di Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026.

NEW DELHI - India meningkatkan pemantauan terhadap wilayah Himalaya yang berbatasan dengan China dan Nepal, beberapa hari setelah banjir mematikan yang diduga dipicu oleh runtuhnya gletser, kata sejumlah pejabat pada Sabtu (29/8).

Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey) menyatakan bencana yang terjadi pada 26 Agustus di perbatasan Tibet-Nepal tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran material dan puing dalam jumlah besar. Hampir 3.000 orang dilaporkan masih hilang dan 682 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia.

Meskipun penyebab pasti runtuhnya gletser tersebut masih belum diketahui, perubahan iklim menyebabkan gletser mencair di berbagai belahan dunia dan meningkatkan risiko terjadinya bencana serupa.

"Karena kami berbatasan dengan Nepal sebagai negara tetangga dan juga memiliki kondisi geografis yang serupa... kami telah meminta departemen terkait untuk memantau seluruh gletser dan danau glasial yang telah diketahui di wilayah tersebut," kata Menteri Penanggulangan Bencana negara bagian Uttarakhand, India, Madan Kaushik.

"Kami telah meminta tim untuk waspada dan memantau apakah situasi serupa mulai muncul di wilayah mana pun di negara bagian ini," ujarnya kepada AFP.

Uttarakhand merupakan salah satu wilayah India yang paling sensitif secara ekologis. Berdasarkan data pemerintah, wilayah tersebut memiliki 1.266 danau glasial.

Gletser Himalaya yang memasok sumber air penting bagi hampir dua miliar orang mencair lebih cepat dibandingkan sebelumnya akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut meningkatkan risiko masyarakat menghadapi bencana yang sulit diprediksi dan menimbulkan kerugian besar, menurut para ilmuwan.

Pencairan gletser dan mencairnya lapisan tanah beku (permafrost) juga dapat menyebabkan lereng pegunungan menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan risiko tanah longsor.

Para ahli mengatakan perubahan iklim yang diperparah oleh pembangunan yang tidak terencana turut meningkatkan frekuensi, tingkat keparahan, serta dampak bencana di kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Wali Kota Bogor Apresiasi P...
Advertisement
Mentan: Nilai Tukar Petani Tercatat Meningkat

Mentan: Nilai Tukar Petani Tercatat Meningkat

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.