Mahasiswa FIK UI Ajarkan Cuci Tangan kepada 200 Anak Migran Myanmar di Thailand

Jumat, 28 Agu 2026, 19:45 WIB

Jakarta - Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) dan 1 dosen serta mitra internasional mengajarkan cara mencuci tangan kepada sekitar 200 anak migran Myanmar berusia 6-12 tahun di Samut Sakhon, Thailand.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI Ns. Indah Permata Sari di Jakarta, Jumat (28/8), mengatakan cuci tangan dipilih sebagai fokus edukas, karena merupakan salah satu tindakan preventif yang sederhana dan murah, namun bermanfaat besar dalam menjaga kesehatan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak melalui poster visual, permainan, peragaan, dan praktik langsung.

Ket. Foto: Seorang mahasiswa Universitas Indonesia mengajarkan cara mencuci tangan ke anak migran Myanmar di Thailand. — Sumber: Antara

Dia menyebutkan St. Anna Catholic Learning Center for Migrants menjadi mitra kegiatan, karena merupakan salah satu tempat anak-anak dari komunitas migran mendapatkan akses pembelajaran dan pelayanan sosial.

"Bagi FIK UI, lingkungan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian untuk memperkuat literasi kesehatan dasar, khususnya perilaku hidup bersih dan sehat," kata Indah.

Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka tidak hanya mengikuti instruksi mahasiswa, tetapi juga secara sukarela maju untuk memperagakan kembali langkah-langkah mencuci tangan yang telah dipelajari. Sesi permainan juga menjadi bagian yang membuat interaksi berlangsung lebih cair dan menyenangkan.

Dia menjelaskan kegiatan bertajuk Empowering Myanmar Migrant Children Through Healthy Habits tersebut merupakan bagian dari Summer Course: Cultural Diversity in Healthcare yang diselenggarakan melalui kolaborasi FIK UI dan Faculty of Nursing, Mahidol University.

Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar sekaligus berinteraksi langsung dengan komunitas dengan latar belakang budaya yang beragam.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran mahasiswa FIK UI untuk memahami bahwa edukasi kesehatan tidak cukup hanya dengan menyampaikan informasi. Dalam konteks masyarakat lintas budaya, tenaga kesehatan juga dituntut mampu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan bahasa, karakteristik, dan kondisi sosial masyarakat yang dilayani.

Melalui kegiatan ini, katanya, mahasiswa FIK UI memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu keperawatan komunitas sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, adaptasi budaya, dan kerja sama lintas negara.

Bagi anak-anak migran Myanmar, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sebagian mahasiswa FIK UI mengalami keterbatasan komunikasi langsung dengan anak-anak karena perbedaan bahasa. Mahasiswa dari Thailand kemudian membantu menerjemahkan penjelasan, sementara saat permainan dan praktik berlangsung, mahasiswa serta relawan dari berbagai negara turut berinteraksi langsung dengan anak-anak.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan kepada anak-anak migran mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi tantangan dan pengalaman penting bagi mahasiswa FIK UI untuk belajar melakukan pengabdian masyarakat dalam konteks internasional dan lintas budaya,” ujarnya.

Selain FIK UI dan Mahidol University, kegiatan ini melibatkan mahasiswa internasional, antara lain dari Huazhong University of Science and Technology (HUST), Kaohsiung Medical University (KMU), Zhejiang Chinese Medical University (ZCMU), serta Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kolaborasi lintas negara tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi edukasi kesehatan, tetapi juga ruang pertukaran pengalaman antarbudaya.

Seorang mahasiswa FIK UI semester 4, Dziki, mengatakan dia senang dapat berbagi pengetahuan dengan anak-anak migran itu.

“Awalnya memang terkendala bahasa, tetapi ketika sudah masuk ke praktik dan bermain bersama, kami bisa lebih menikmati interaksinya dan anak-anak juga terlihat sangat antusias,” katanya.

Bagi pihak St. Anna Catholic Center for Migrants, kehadiran mahasiswa internasional memberikan pengalaman positif bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan.

“Kami sangat senang menyambut kedatangan mahasiswa internasional. Kehadiran mereka membawa kebahagiaan bagi anak-anak dan membuat mereka merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap mereka,” ujar relawan asal Filipina Sr. Frances, yang menjadi guru bahasa Inggris di sekolah itu.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

STY Respons Boikot Jakmania Jelang Persija vs Brisbane Roar, Singgung Pentingnya Suporter

Mahasiswa FIK UI Ajarkan Cuci Tangan kepada 200 Anak Migran Myanmar di Thailand

Apple Siap Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Raja Norwegia Harald V Tutup Usia, Negeri Viking Berduka

Evaluasi Makan Siang Sekolah Bergizi di Perbatasan Sanggau, Angka Bolos Siswa Turun dan UMKM Lokal Bergerak

Kearifan Lokal Jadi Mesin Cuan, Produk Solok dari Rendang hingga Tikar Pandan Mulai Kuasai Pasar Nasional

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

Pantau dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Tangani Karhutla Kalsel.

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

BPJS Kesehatan Ungkap Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.