BP Tapera: Pertumbuhan Perumahan Kalsel Masuk Peringkat 7 Nasional
Jumat, 28 Agu 2026, 01:20 WIBBANJARMASIN -Â Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat pertumbuhan perumahan di Provinsi Kalimantan Selatan menempati peringkat ketujuh tertinggi secara nasional melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2026, Kamis (27/8).Â
Kepala Sub Divisi Pemasaran Wilayah Barat BP Tapera Ikhsanda Malik pada forum kegiatan pengembangan perumahan baru dan mekanisme akses perumahan KPR-FLPP di Banjarmasin, Kamis, mengatakan realisasi program kredit perumahan rakyat (KPR) FLPP hingga Agustus 2026 di Kalsel mencapai 5.702 unit.
"Kalsel termasuk provinsi penyumbang realisasi FLPP terbesar di Indonesia, tertinggi Provinsi Jawa Barat mencapai 31 ribu unit dan Jawa Tengah mencapai 11 ribu unit," ujar dia.
Menurut dia, capaian realisasi pada program dukungan pembiayaan KPR bersubsidi dari pemerintah untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau di Kalsel menurun dari tahun 2025 hingga bulan yang sama.
"Pada Agustus 2025, realisasi FLPP di Kalsel mencapai lebih 11 ribu unit," ujar Ikhsanda.
Menurut dia, perlu strategi dan sosialisasi yang digencarkan untuk menyukseskan program pemenuhan 3 juta rumah baru untuk rakyat dari Presiden Prabowo Subianto ini di Kalsel, hingga bisa berkontribusi lebih besar lagi secara nasional.
Pasalnya dia mengungkapkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah rumah tangga di Provinsi Kalsel yang tersebar di 13 kabupaten/kota belum memiliki rumah mencapai 160 ribu.
"Persentase secara nasionalnya 12,8 persen," ujar dia.
Yang tertinggi, menurut Ikhsanda, di wilayah perkotaan, yakni di Kota Banjarmasin yang mencapai 48 ribu rumah tangga belum memiliki rumah, terendah di Kabupaten Balangan sekitar 2.174 rumah tangga.
Dia pun menjelaskan, KPR-FLPP merupakan program pemerintah untuk memudahkan masyarakat melakukan pembelian rumah menggunakan cicilan yang sangat murah, terjangkau ditambah lagi uang muka yang ringan.
"Minimal uang muka hanya 1 persen, suku bunga 5 persen per tahun, dan pemerintah memberikan subsidi uang muka sebesar Rp4 juta," ujar dia.
Rumah yang dibeli menggunakan KPR-FLPP adalah rumah yang sudah BP Tapera tentukan, yakni yang berada di website "Si Kumbang.tapera.co.id" tentunya ini hanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, katanya menjelaskan.Â
"Maksimal di Kalsel ini berpenghasilan Rp9 juta bagi yang belum menikah, dan Rp11 juta yang sudah menikah," ujar dia.
Dia berharap program tersebut disosialisasikan secara intensif oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, hingga masyarakat betul-betul memahami dan berminat untuk mengambilnya, sehingga masyarakat semua bisa memiliki tempat tinggal yang layak huni dan menjadi keluarga bahagia serta sejahtera.
"Kami mengapresiasi seperti kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kalsel hari ini," ujar dia.
- bp tapera
- kpr flpp
- perumahan kalsel
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.