BI Harus Dorong Ekonomi Tumbuh Stabil dan Inklusif
Jumat, 28 Agu 2026, 01:00 WIBStabilitas nilai tukar dan inflasi harus tetap menjadi jangkar kredibilitas kebijakan moneter.
Jakarta â Bank Indonesia (BI) perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inklusif dengan menjaga inflasi serta nilai tukar, sekaligus memastikan likuiditas mengalir ke sektor riil untuk memperluas pembiayaan produktif dan menciptakan lapangan kerja.
Deputi Gubernur terpilih BI Solikin M. Juhro menilai stabilitas, pertumbuhan, dan inklusivitas merupakan tiga aspek yang saling memperkuat.
âSeolah-olah terdapat pilihan yang dilematis, mau pertumbuhan atau mau stabilitas, mau inklusif atau mau efisiensi. Saya berpandang bahwa framing tersebut perlu kita luruskan bersama,â kata Solikin, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (27/8).
Berdasarkan pengalamannya selama 32 tahun bekerja di bank sentral, Solikin mengatakan stabilitas memungkinkan pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, sedangkan inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial.
âSelanjutnya, basis ekonomi yang semakin kuat, pada akhirnya kembali memperkukuh stabilitas. Jadi, ketiganya saling memperkuat satu sama lain,â kata dia.
Untuk mewujudkan arah tersebut, Solikin menawarkan delapan strategi kebijakan yang dirangkum dalam konsep âSEMANGKAâ. Strategi itu mencakup stabilitas dinamis untuk pertumbuhan berkelanjutan, efektivitas kebijakan moneter dan operasi moneter yang pro-market, kebijakan makroprudensial yang adaptif dan pro-growth, pendalaman pasar keuangan, ekonomi dan keuangan inklusif termasuk syariah, digitalisasi sistem pembayaran, penguatan kelembagaan BI, serta sinergi kebijakan nasional.
ââS-E-M-Aâ sebagai jangkar kebijakan. Kemudian, âN dan Gâ sebagai mesin transformasi, serta âK-Aâ sebagai pengungkit implementasi,â jelas Solikin.
Menurut dia, stabilitas nilai tukar dan inflasi harus tetap menjadi jangkar kredibilitas kebijakan moneter. Stabilitas tersebut sekaligus perlu menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
âKredibilitas yang selama ini telah kita peroleh, is not taken for granted. Tidak datang secara ujug-ujug, tetapi diupayakan dengan komitmen dan kerja keras,â kata dia.
Solikin juga menilai BI perlu memastikan likuiditas benar-benar mengalir ke sektor riil. Ekspansi likuiditas harus dibarengi dengan pendalaman pasar uang dan penguatan insentif agar pembiayaan dapat mendorong aktivitas ekonomi.
Semakin Kompleks
Sementara itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai tantangan BI dalam satu dekade mendatang semakin kompleks akibat perubahan ekonomi global. Inflasi tidak selalu bersumber dari permintaan, sementara tambahan likuiditas juga tidak otomatis berubah menjadi kredit.
âGubernur BI dan jajaran baru perlu memperkuat strategi inflation targeting untuk menghadapi semakin seringnya supply shock. BI juga perlu memperhitungkan pengaruh kondisi keuangan global terhadap ruang kebijakan domestik,â ujarnya.
Perubahan Fed Funds Rate, imbal hasil (yield) US Treasury, indeks dolar, dan global risk appetite dapat memengaruhi rupiah dan pasar surat utang negara. Karena itu, cadangan devisa, kedalaman pasar domestik, basis investor, instrumen hedging, serta kemampuan menarik capital flow menjadi bagian penting dalam menjaga ruang kebijakan moneter.
Fakhrul juga mengingatkan bahwa BI-Rate tidak selalu menggambarkan kondisi pembiayaan yang dihadapi dunia usaha. Ketika yield SUN meningkat, rupiah melemah, harga saham turun, dan risk premium naik, biaya pembiayaan perusahaan dapat meningkat meskipun BI-Rate tidak berubah.
âSatu BI-Rate sekarang berbicara kepada banyak Indonesia sekaligus. Karena itu bank sentral tidak harus mempunyai suku bunga berbeda untuk setiap sektor, tetapi harus mempunyai pemahaman yang jauh lebih granular mengenai bagaimana satu suku bunga mempengaruhi sektor yang berbeda,â kata Fakhrul.
Komisi XI DPR RI pada Kamis malam menyetujui Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI terpilih periode 2026-2031. Pada hari yang sama, komisi tersebut juga menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI terpilih untuk periode yang sama.
âProses penggantian Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur telah dijalankan. Dan kami telah menuntaskan tugas-tugas di tingkat komisi,â kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Terkait Penunjukan Destry, Pakar: Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Turunkan Risiko Ekonomi
-
Setahun Usai Bangkit dari Cedera, Dimitrov Kembali Lolos ke Babak Keempat Wimbledon
-
Wali Kota Bandung Tantang Seluruh Kecamatan Berlomba Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah
-
Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Tumpang Sari Bawang di Lahan Tembakau Didukung Wabup Lombok Tengah
-
Tim Aston Villa bakal Kunjungi Indonesia untuk Tur Pramusim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.