OJK Tekankan Pentingnya Literasi Seiring Pertumbuhan Keuangan Digital
Kamis, 27 Agu 2026, 14:02 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi seiring pesatnya pertumbuhan pengguna keuangan digital Indonesia. Menurut OJK, peningkatan jumlah konsumen tanpa pemahaman memadai dapat menimbulkan kerentanan baru.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan jumlah konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun. Ia menilai skala tersebut menunjukkan keuangan digital telah menjadi bagian dari sistem keuangan nasional.
Hernawan mengingatkan pertumbuhan pengguna perlu diimbangi pemahaman terhadap produk dan risiko keuangan digital. Menurut dia, masyarakat yang belum memiliki literasi memadai lebih rentan terhadap penipuan digital dan investasi ilegal.
âInklusi tanpa literasi adalah risiko. Pertumbuhan jumlah pengguna yang cepat, apabila tidak diimbangi pemahaman yang memadai, justru menciptakan kerentanan baru terhadap penipuan digital, investasi ilegal, dan aktivitas yang merugikan masyarakat,â kata Hernawan dalam OJK Digination 2026, Jakarta, Kamis (27/8).
Hernawan menegaskan keberhasilan transformasi keuangan digital tidak hanya diukur dari jumlah pengguna. Menurutnya, inovasi harus mampu menciptakan ekosistem yang dipercaya, aman digunakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, OJK meluncurkan buku saku keuangan digital untuk membantu masyarakat memahami industri serta kerangka regulasi yang berlaku. Hernawan berharap asosiasi dan pelaku industri turut menyebarluaskan informasi tersebut kepada konsumen, komunitas, dan generasi muda.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia menyebut kecerdasan buatan atau AI kini semakin banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk transaksi.
âAI bukan lagi wacana masa depan. AI sudah menjadi bagian dari cara rakyat Indonesia hidup dan bekerja hari ini,â kata Nezar.
Menurut Nezar, perkembangan teknologi juga harus diikuti peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami risiko dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Ia menilai kebutuhan tersebut semakin penting karena transformasi digital berlangsung cepat di berbagai sektor. ils/I-1
- OJK
- Keuangan Digital
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Gubernur Pramono Anung Ungkap Cara Jakarta Hadapi Perubahan Iklim di Forum Dunia
-
Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja, Indonesia Harus Siapkan Talenta
-
PERHAPI Desak Pemerintah Berantas Tambang Ilegal
-
Pemprov Gorontalo Ganti Pejabat Direktur RSUD Hasri Ainun Habibie, Tunjuk Plh.
-
Terjunkan 12 Ribu Personel Gabungan, Polres Metro Bekasi Pastikan Pilkades 154 Desa Aman Terkendali
-
DPKP Kotawaringin Timur Temukan Dua Merek Beras Fortifikasi Bermasalah
-
Valverde Alami Cedera Pergelangan Kaki, Real Madrid Konfirmasi Absen 2-3 Pekan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.