Terobosan Energi Bersih! PLTS Pasok Listrik 24 Jam untuk Pulau Rengit

Rabu, 26 Agu 2026, 05:39 WIB

BELITUNG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung menghadirkan pasokan listrik 24 jam, sehingga dapat mendorong perekonomian warga di pulau tersebut.

"Dengan hadirnya PLTS ini, energi listrik sudah tersedia selama 24 jam bagi warga di pulau ini," kata Hidayat Arsani saat menghadiri Launching dan Groundbreaking PLTS 100 GWp secara daring di GEET Technopark Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Selasa.

Ket. Foto: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani (kiri) saat menghadiri Launching dan Groundbreaking PLTS 100 GWp secara daring di GEET Technopark Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Selasa (25/8). — Sumber: Antara foto/HO-Biro Adpim Babel

Ia menyambut positif kehadiran GEET dan pengembangan energi bersih di Pulau Rengit, karena manfaat paling nyata dari program ini adalah semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi ekonomi.

“Selama ini masyarakat di Pulau Rengit mendapatkan listrik sekitar 12 jam. Dengan hadirnya PLTS ini, listrik dapat tersedia selama 24 jam. Ini tentu sangat membantu masyarakat, dengan investasi kurang lebih Rp15 miliar," katanya.

Ia berharap Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan energi bersih yang dapat direplikasi di pulau-pulau kecil lainnya, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

“Ini juga menjadi tempat percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Dengan adanya listrik 24 jam, kita berharap aktivitas masyarakat semakin berkembang, investasi masuk, dan potensi ekonomi di Pulau Rengit semakin terbuka,” katanya.

Program di Pulau Rengit menjadi bagian dari agenda nasional PLTS 100 GWp yang dikoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

"Bagi Kepulauan Bangka Belitung, Pulau Rengit menjadi gambaran bahwa transisi energi dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Dari listrik 12 jam menjadi 24 jam, dari pulau yang terbatas aktivitas menjadi pulau dengan peluang ekonomi yang semakin terbuka," katanya.

Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp sekaligus peletakan batu pertama di Gilimanuk, Bali, pada Selasa, mengatakan program tersebut merupakan langkah besar dalam pembangunan energi nasional. 

Presiden menargetkan pembangunan kapasitas PLTS sebesar 100 GWp selesai dalam tiga tahun dan berharap dapat terwujud lebih cepat. 

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.