Kebutuhan Dasar, Logistik, dan Keselamatan Korban, Prioritas Penanganan Gempa NTT
Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIBKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto
Penanganan korban gempa NTT harus maksimal dengan prioritas ke korban dan percepatan distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat.
Indonesia berduka. PerÂsoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum tuntas, bencana lain justru kembali mengÂusik ketenangan masyarakat Indonesia. Menjelang perayaÂan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia, gempa dahsyat justru mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).Â
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Akibat gempa bumi itu, ribuan masyarakat terpakÂsa mengungsi dan puluhan ditemukan meninggal dunia. Kondisi ini tentu saja memakÂsa penanganan kedaruratan yang cepat dan tepat dengan mengutamakan keselamatan jiwa bagi korban gempa.
Hingga Kamis (20/8) maÂlam, total korban jiwa telah mencapai 75 orang dan total pengungsi di seluruh wilayah NTT mencapai 59.647 orang, yang terbanyak ada di MangÂgarai.
Badan Nasional PenangguÂlangan Bencana (BNPB) menÂjadi garda terdepan dalam peÂnanganan bencana tersebut. Untuk mengetahui bagaiÂmana BNPB menangani benÂcana gempa di NTT, wartawan Koran Jakarta Fredrikus W Sabini melakukan wawancara dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam seÂjumlah kesempatan. Berikut petikannya.
Bagaimana pemerinÂtah pusat melihat bencana gempa bumi di NTT?
Pemerintah tentu saja berÂkomitmen kuat untuk memÂpercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang menggunÂcang NTT.
Sejak hari pertama kejadiÂan kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemuÂlihan. Ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendamÂpingi masyarakat terdampak.
Bagaimana dengan hasil koordinasi untuk penanganÂan gempa NTT?
Pemerintah pusat melakuÂkan rapat koordinasi sekaliÂgus bergerak secara pararel menuju lokasi bencana di NTT untuk memastikan penaÂnganan darurat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 berjalan optimal.
Bapak Menteri KoordiÂnator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Sabtu (15/8) siang secara daring menyampaikan arahan bahwa aksi cepat haÂrus dilakukan sehingga warga dapat segera pulih. Upaya penyelamatan, pelayanan kesehatan, pemulihan infraÂstruktur dasar, seperti rumah sakit perlu menjadi prioritas.
Gubernur NTT juga diminta mengidentifikasi kebutuhan tanggap darurat sehingga respons cepat dapat dilakukan dengan perenÂcanaan yang baik, misalnya kebutuhan rumah sakit seÂmentara.
Dengan adanya identifiÂkasi kebutuhan tersebut akan mempermudah BNPB meÂngelola dukungan pemerintah pusat kepada daerah-daerah terdampak bencana.
Selain itu, Presiden PraboÂwo Subianto juga memastikan bantuan pemerintah pusat yang dikoordinasikan melalui BNPB. Dukungan ke BNPB sudah turun dari Presiden dan harapannya penanganan dapat berjalan efektif.
BNPB meminta kepala daerah menetapkan status tanggap darurat bencana, untuk kemudian ditindaklanÂjuti dengan pengaktifan pos komando (posko) sehingga penanganan berjalan secara terkoordinasi, terpadu, dan efektif.
Dengan pengaktifan posko di kabupaten terdampak akan mempermudah koordinasi pendataan dampak, pencaÂrian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi jika diperlukan.
BNPB juga telah mengÂgerakkan sejumlah bantuan darurat pada kesempatan pertama. Bantuan tersebut dimobilisasi dari gudang loÂgistik BNPB di Flores Timur.
Sejumlah kementerian dan lembaga lain juga telah mengÂgerakkan sumber daya menuÂju lokasi bencana, di antaraÂnya Basarnas mengerahkan tim khusus SAR dari beberapa wilayah, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk memÂbantu evakuasi dan penyelaÂmatan korban yang tertimpa reruntuhan.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum berkoorÂdinasi dengan sumber daya di daerah untuk menangani material longÂsor di akses jalan mauÂpun sungai akibat gempa, Kementerian Sosial di mana bantuan sudah mulai digeÂrakkan dari gudang logistik Kupang, NTT. Bantuan ini didorong menuju wilayah terdampak, seperti Ngagekeo dan Sikka. Selain bantuan, personel Tagana juga digerakÂkan menuju lokasi terdamÂpak. Kementerian Sosial siap dengan pengaktifan dapur umum dan pelayanan psikoÂsosial.
Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat dan daerah. Menteri Kesehatan akan memimpin rapat awal HEOC pada Sabtu malam, antara pusat, provinsi, dan kaÂbupaten/kota. Tim dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga segera diberangkatkan bersama tim BNPB.
Di sektor perhubungan, kementerian terkait meÂnyampaikan lima di antara 15 bandara di NTT yang terdamÂpak gempa. Meski demikian, seluruh landasan pacu masih dapat digunakan. Kerusakan hanya terjadi pada terminal bandara.
Sedangkan pelabuhan, terdapat dua fasilitas yang mengalami rusak berat. PeÂlabuhan lain masih dapat diÂgunakan, sedangkan pelabuhÂan penyeberangan ada dua fasilitas terdampak. Dalam membantu penanganan daruÂrat, Kementerian PerhubungÂan menyiagakan helikopter dan pesawat untuk digunakan di bawah koordinasi BNPB.
Dari unsur TNI dan Polri, personel dan alutsista diÂgerakkan menuju wilayah-wilayah terdampak, termasuk pengerahan pesawat dan kapal laut militer.
Seperti Apa penanganÂannya?
Penanganan darurat diÂlakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Jajaran peÂmerintah membagi tugas meÂnyisir wilayah yang membuÂtuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolasi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Koordinasi intensif juga teÂrus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian/lembaga terkait melalui sistem luring mauÂpun video conference guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.
Lantas apa strateginya?
Kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada penaÂnganan di lapangan. Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, teÂlah menampung dan menyaÂlurkan bantuan logistik, terÂmasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Logistik dari Posko UtaÂma Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisoÂlasi, BNPB bersama unsur gaÂbungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesaÂwat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.
Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utaÂma, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.
Bagaimana dengan PeÂmerintah Daerah?
Saya juga menginstruksiÂkan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang by name by adÂdress tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.
Pendataan rumah masyaÂrakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utaÂma kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah permukiman warga terpenuhi.
Pendataan tidak perlu meÂnunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proÂses agar penanganan berjalan lebih cepat.
Bagaimana BNPB meÂngirim bantuan hingga wilaÂyah terluar NTT?
BNPB memanfaatkan moda transportasi laut untuk menerobos keterbatasan akses geografis dan mendisÂtribusikan bantuan logistik tanggap darurat bagi korban gempa bumi hingga ke wilaÂyah kepulauan terluar di NTT, seperti Pulau Palue.
Pengerahan armada kapal dilakukan guna memastiÂkan warga di wilayah yang terisolasi pascagempa tetap mendapatkan pasokan bantuan secara cepat. DistriÂbusi bantuan ke Pulau Palue di Kabupaten Sikka kami lakukan melalui jalur laut dengan kapal. Langkah ini menjadi solusi percepatan untuk menembus wilayah kepulauan yang memiliki kendala aksesibilitas darat pascabencana.
Penggunaan jalur laut terÂsebut merupakan bagian dari strategi interkoneksi moda transportasi darat, laut, dan udara yang diterapkan BNPB untuk menjangkau seluruh titik pengungsian di NTT.
Bantuan Apa Saja yang Disalurkan?
Adapun bantuan yang telah berhasil disalurkan ke wilayah Kabupaten Sikka mencakup perlengkapan peÂnampungan darurat seperti 146 unit tenda keluarga, 5 unit tenda pengungsi, 200 kasur liÂpat, 700 selimut, dan 400 tikar.
Selain itu, BNPB juga meÂnyuplai kebutuhan penunjang kehidupan dasar berupa 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 100 paket hygiene kit, 5 unit tangki air (water tank), 10 unit genset, serta perangkat penerangan atau light tower.
Apa langkah lainnya?
BNPB mengaktifkan posko darurat dan optimalisasi jalur distribusi di daerah menjadi prioritas utama agar seluruh penyintas, baik di pulau utaÂma maupun pulau-pulau keÂcil, mendapatkan pelayanan yang merata selama masa tanggap darurat.
Selain BNPB, sejumlah keÂmenterian dan lembaga juga mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganÂan gempa. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain Posko Darurat, apakah Ada Strategi Lain?
BNPB juga mengaktifkan Media Center resmi guna menyajikan pembaruan data penanganan dampak gempa bumi di NTT secara transpaÂran dan terintegrasi.
Pengoperasian Media CenÂter tersebut ditujukan untuk memberikan informasi terkini secara berkala, sekaligus meÂredam simpang siur berita disinformasi di tengah masyaÂrakat. Mulai hari ini (Minggu, 16/8) setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan inforÂmasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore.
Kecepatan dan ketepatan informasi ini menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam rapat koordinasi berÂsama seluruh jajaran KemenÂterian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.
Dia akan mengomanÂdoi langsung Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.
Apa Langkah lanjutanÂnya?
BNPB bersama KementeriÂan Pariwisata dan Badan PeÂlaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan yang terdampak gempa di NTT.
Pemerintah mengutamaÂkan keselamatan warga dan wisatawan dalam upaya penanganan dampak gempa di kawasan destinasi wisata super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (FloraÂtama).
Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di PuÂlau Padar akibat penghentian sementara layanan pelayaran dipulangkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan layanan pelayarÂan. Mereka semua sudah tiba dengan selamat di Labuan Bajo.
Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo telah dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain di Natas Parapuar dan Lapangan RSUD KoÂmodo.
Wisatawan yang sempat diÂevakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin kini telah kembali ke fasilitas akomoÂdasi masing-masing.
Fasilitas apa saja yang rusak?
BNPB mencatat ada bebeÂrapa jalan yang longsor akibat gempa bumi, puluhan rumah warga mengalami rusak beÂrat, rusak sedang dan rusak ringan.
Untuk fasilitas kesehatan, tercatat satu rumah sakit di Maumere, mengalami keruÂsakan dan banyak puskesmas rusak. Bapak Menteri KeseÂhatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak, yaitu di Maumere.
Sementara bandara yang terdampak ada lima bandara. Ada 5 bandara yang terdamÂpak, tetapi bukan runaway. Yang terdampak rusak, apaÂkah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat itu di gedung terminal ada 5. Kemudian, untuk pelabuhÂan yang terdampak ada dua, yaitu Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.
Bagaimana dengan Evakuasi Korban?
Terkait penanganan korban gempa NTT, PresiÂden meminta penanganan maksimal bagi korban. BNPB juga mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di NTT.
Jumlah korban gempa bumi bertambah satu orang per Kamis (20/8) di KabupaÂten Nagekeo, sehingga total terdapat 75 korban meningÂgal sejak 15-19 Agustus 2026. Kami dari pemerintah mengÂucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita, juga memastikan bantuan terus terdistribusi bagi maÂsyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak.
Adapun total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang dan yang terbanyak ada di MangÂgarai.
Bagaimana dengan InÂfrastruktur yang terdampak gempa?
BNPB melaporkan infraÂstruktur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT berangsur pulih. Kondisi kelistrikan di wilayah Flores Barat dan Flores Timur yang bersumber dari 11 trafo terdampak kini telah 100 persen beroperasi kembali dengan baik.
Sebanyak 566.797 pelangÂgan yang terdampak akibat gempa tersebut, saat ini sudah di-recovery sebanyak 99,5 perÂsen, sisanya atau yang perlu atensi sebanyak 2.732 pelangÂgan. Kami berharap pada hari-hari mendatang pelangÂgan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik.
Untuk jaringan telekoÂmunikasi yang dikelola PT Telkom di Pulau Flores, tingkat pemulihannya secara total telah mencapai 95,4 perÂsen, dengan sisa pengerjaan berfokus dan menjadi atensi di wilayah Manggarai Timur yang masih berada di angka 76,3 persen.
Akses jalan-jalan di NTT secara umum saat ini juga suÂdah dapat dilewati, meskipun masih secara terbatas.
Sementara di sektor penÂcarian dan penyelamatan, Tim Gabungan dari Basarnas dan kementerian/lembaga terkait masih terus bersiaga di tujuh kabupaten terdampak. Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita diatasi, dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara IndoneÂsia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini.
Bagaimana dengan banÂtuan untuk rumah korban gempa?
BNPB memastikan duÂkungan rumah rusak dan seluruh kebutuhan bagi korÂban gempa di NTT terpenuhi memberikan penguatan agar para korban tetap tenang dan memiliki harapan dalam menghadapi situasi pasÂcagempa.
BNPB akan memberiÂkan dukungan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. SemenÂtara itu, bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan memberiÂkan dukungan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen.
Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah huÂnian tetap.
Sebelum hunian tetap bagi rumah rusak berat seÂlesai dibangun, BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian semenÂtara (huntara) yang disiapkan pemerintah bagi setiap kepala keluarga.
Riwayat Hidup
Nama Lengkap: Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M.
Tempat, Tanggal Lahir : Cimahi, Jawa Barat, 8 September 1967
Pendidikan :
- Akademi Militer (1989)
- Sesko TNI (2013)
- Lemhannas (2019)
- Doktor Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran (2024)
Karier :
- Danrem 051/Wijayakarta (2015-2016)
- Karo Kepegawaian Settama BIN (2016-2017)
- Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN (2017-2018)
- Kepala Staf Komando Daerah Militer Jaya (2018â2019)
- Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara (2019-2020)
- Pangdam V/Brawijaya (2020-2021)
- Kepala BNPB (2021-Sekarang)
Redaktur: Sriyono
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BNPB: Tanggul Jebol Picu Banjir di Tapteng, 150 Warga Mengungsi
-
Yogurt Beku dan Es Krim, Lebih Sehat Mana? Ini Kata Ahli Nutrisi
-
BNPB: 4.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Atasi Kekeringan di Bandung Barat
-
Jakarta Kuatkan Diri sebagai Rumah Keberagaman
-
Ngeri, WNA Vietnam Buka Praktik Dokter Ilegal di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.