Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! Inovasi Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi AI untuk Terjemahkan Bahasa Isyarat

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 18:19 WIB | Oleh:
Keren! Inovasi Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi AI untuk Terjemahkan Bahasa Isyarat Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Siswa SDN Tenggilis Mejoyo I Kota Surabaya mengikuti kegiatan pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di ruang komputer sekolah, Surabaya, Jawa Timur. Inovasi siswa tersebut berupa aplikasi pembelajaran dan penerjemah bahasa isyarat bernama Sign Language Translator yang dikembangkan menggunakan teknologi machine learning.

SURABAYA - Ada jarak yang tidak selalu terlihat di ruang kelas, loket pelayanan, rumah sakit, terminal, hingga ruang publik. Jarak itu bukan soal kilometer, melainkan soal komunikasi. Seseorang berbicara, seorang lainnya menggunakan bahasa isyarat, tetapi keduanya tidak selalu memiliki bahasa yang sama untuk saling memahami.

Di tengah persoalan tersebut, lima siswa SDN Tenggilis Mejoyo I Kota Surabaya, Jawa Timur, justru datang membawa pendekatan yang tidak biasa. Mereka tidak menunggu dewasa untuk membuat teknologi.

Dengan kemampuan yang masih berada pada tahap belajar, mereka mengembangkan sign language translator, aplikasi pembelajaran bahasa isyarat berbasis kecerdasan buatan atau (AI).

Tim Nebula One yang terdiri atas Arjun, Shaka, Aghna, Siraj, dan Shauqi, siswa kelas V dan VI, ini mengembangkan aplikasi tersebut selama sekitar tiga hingga lima bulan. Mereka memanfaatkan platform Pictoblocks dan pembelajaran mesin untuk mengenali gerakan tangan. Karya tersebut kemudian meraih Juara I kategori Young Innovators dalam Impact Fest 2026.

Hal yang menarik bukan semata-mata teknologi yang mereka gunakan. Nilai pentingnya justru terletak pada cara anak-anak itu melihat persoalan sosial.

Mereka menemukan bahwa bahasa isyarat bukan sekadar kumpulan gerakan tangan yang perlu diterjemahkan mesin. Bahasa isyarat adalah jembatan komunikasi bagi warga tuli dan bagian dari identitas kebahasaan komunitas. Karena itu, teknologi seharusnya hadir untuk memperluas kemampuan manusia berkomunikasi, bukan menggantikan manusia yang selama ini menjadi penghubung.

Persoalan tersebut relevan dengan agenda pendidikan inklusif. Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki Peraturan Wali Kota Nomor 52 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Regulasi itu mengatur penguatan sumber daya manusia, kurikulum adaptif, sarana dan prasarana, kemitraan, serta pendampingan satuan pendidikan.

Artinya, inovasi anak-anak SDN Tenggilis Mejoyo I muncul dalam ekosistem kebijakan yang sebenarnya sudah memiliki fondasi. Tantangannya adalah bagaimana fondasi tersebut diterjemahkan menjadi praktik yang terus berkembang.

Data di Satu Data Surabaya juga menunjukkan bahwa pemerintah kota memantau jumlah sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan siswa yang mengikuti pendidikan inklusi secara berkala. Dataset tersebut diperbarui hingga Juni 2026.

Di sinilah aplikasi karya siswa menjadi lebih dari sekadar proyek perlombaan. Ia dapat dibaca sebagai cermin bahwa pendidikan inklusif tidak cukup hanya berbicara tentang penerimaan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Pendidikan inklusif juga membutuhkan lingkungan yang membuat semua anak mampu saling memahami.


Teknologi inklusif

Ada ironi kecil dalam perkembangan teknologi pendidikan. Di satu sisi, kecerdasan buatan berkembang sangat cepat. Di sisi lain, persoalan paling dasar manusia, yakni berkomunikasi dengan sesama, masih dapat terhambat oleh keterbatasan pengetahuan.

Karena itu, keberanian siswa SD membuat aplikasi penerjemah bahasa isyarat layak diapresiasi. Mereka tidak memulai dari pertanyaan tentang teknologi apa yang sedang populer, tetapi dari persoalan siapa yang selama ini kesulitan dilayani.

Pendekatan semacam itu penting dalam pendidikan. Anak tidak hanya diajarkan menggunakan teknologi, tetapi juga diajak memahami mengapa teknologi diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin: Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2 Persen

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.