Ditolak Masuk AS di Piala Dunia, Wasit Somalia Ini Malah Bikin Sejarah di Piala Super Eropa!
Selasa, 11 Agu 2026, 06:35 WIBJAKARTA -Â Wasit asal Somalia, Omar Artan, siap mengukir sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga Piala Super Eropa 2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8).
Penunjukan istimewa hasil kerja sama UEFA dan CAF ini menjadi momen kebangkitan Artan setelah sebelumnya sempat dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat pada ajang Piala Dunia 2026.
Melalui laman resminya pada Senin, UEFA menjelaskan penunjukan Artan merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang ditandatangani tahun ini.
Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara UEFA dan CAF, termasuk dalam penunjukan perangkat pertandingan.
Artan akan memimpin duel antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) dan kampiun Liga Europa Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8). Ia sekaligus menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin pertandingan Piala Super Eropa.
Presiden CAF Patrice Motsepe menyebut penunjukan Artan sebagai sebuah kehormatan besar bagi sang wasit sekaligus bagi sepak bola Afrika.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," kata Motsepe dalam pernyataan yang dipublikasikan UEFA.
Artan, yang kini berusia 34 tahun, merupakan salah satu wasit ternama di Afrika. Ia menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions CAF dan kemudian dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.
Namun, perjalanan Artan menuju panggung Piala Super Eropa tidak terlepas dari kekecewaan besar. Ia sebelumnya terpilih sebagai salah satu wasit untuk Piala Dunia 2026 di AS.
Akan tetapi, Artan dilarang memasuki wilayah AS oleh Customs and Border Protection meski telah memiliki visa yang sah.
"Itu adalah periode yang sangat sulit. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, tetapi kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang," ujar Artan kepada UEFA.
Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan Artan ditolak masuk karena dugaan keterkaitannya dengan "anggota organisasi teroris yang dicurigai".
Kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump juga menjadi sorotan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
AS sebelumnya memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga dari 12 negara, termasuk Somalia.
Meski gagal menjalankan tugas di Piala Dunia, Artan kini mendapat kesempatan besar untuk kembali mencatat sejarah. Ia telah masuk daftar wasit internasional FIFA sejak 2018 dan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika pada 2024.
Artan pun menjadikan perjalanan kariernya sebagai pesan bagi para wasit muda agar tidak menyerah dalam mengejar impian.
"Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi," tutur Artan.
- omar artan
- wasit somalia ditolak as
- piala super eropa 2026
- wasit somalia
- psg vs aston villa
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
JKF 2026 Jadi Bukti Warga Jakarta Sangat Kreatif Menggerakkan Sektor Riil dan UMKM
-
Wamendagri Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Tangani Kasus Penemuan Jenazah Warga
-
Muara Batang Kuranji Dikeruk Total, PU Kejar Pengendalian Banjir di Kawasan Rawan
-
Kawan Lama Solution Tampilkan Solusi Laboratorium Terintegrasi di Lab Indonesia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.