Menhut Pantau Langsung Pemadaman Karhutla di Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026, 17:25 WIB

JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, meninjau penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pemerintah daerah setempat telah menutup sementara seluruh kawasan wisata agar petugas dapat fokus memadamkan api.

Pemantauan langsung dilakukan Menhut di kawasan Bromo pada Minggu (9/8). Toni, panggilan akrabnya, juga memimpin rapat koordinasi bersama Pemprov Jawa Timur, Pemkab Probolinggo, TNI, dan unsur terkait.

Ket. Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan) — Sumber: Dokumentasi Kementerian Kehutanan

Menhut mengatakan penutupan kawasan dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan, masyarakat, dan petugas. Kebijakan tersebut sekaligus mencegah aktivitas wisata mengganggu proses pemadaman.

“Kami meminta untuk menutup sementara secara total Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api,” ujar dia dikutip Senin (10/8).

Untuk mempercepat pemadaman, dikerahkan tiga helikopter untuk operasi water bombing. Hal itu rencananya dilakukan sebanyak 30 kali untuk menjangkau titik api yang sulit diakses pasukan darat.

“Mohon doa supaya diberikan cuaca terbaik, supaya nanti bisa genap 30 titik api itu bisa dipadamkan,” ujar dia. “Terutama di kelerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat.”

Selain pemadaman melalui udara, petugas melakukannya secara manual, serta membuat sekat bakar untuk membatasi gerak api. Medan yang terjal dan kondisi angin menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Toni juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Menurut dia, pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada proses hukum.

“Tindakan pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada proses hukum,” ujar dia. “Jadi, jangan ada lagi yang coba-coba bermain api.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan masih terdapat titik api tambahan di kawasan penanjakan. Misalnya di wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan.

“Seperti kita lihat ada satu titik tambahan lagi, jadi perluasan dari titik awal tapi ada titik di penanjakan,” katanya. “Fokus kami semula adalah heliport bombing, sekarang muncul lagi di daerah Pasuruan, Dingklik naamanya.

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menyatakan pemerintah daerah siap memperkuat edukasi kepada masyarakat sekitar Bromo. Edukasi dinilai penting untuk mencegah kebakaran, termasuk kepada masyarakat Tengger.

Pemkab Probolinggo juga mendorong pemetaan kawasan rawan kebakaran dan penerapan sistem peringatan dini. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di kawasan Bromo.

Pemerintah menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Keselamatan masyarakat, wisatawan, dan petugas tetap menjadi prioritas selama proses pemadaman berlangsung. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.