Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Gunung Olympus Mons Begitu Besar?

📅 Senin, 10 Agu 2026, 07:19 WIB | Oleh:

Gravitasi Mars

Faktor pendukung lain yang tak kalah penting adalah gravitasi. Ukuran fisik Mars jauh lebih kecil dari Bumi, sehingga kekuatan gravitasi permukaannya hanya sekitar 38% dari gravitasi Bumi. Kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pertumbuhan struktur geologi berukuran raksasa.

Di Bumi, semakin tinggi sebuah gunung terbentuk, semakin besar pula tekanan massanya terhadap batuan penyangga di bawahnya. Gravitasi Bumi yang kuat akan membuat struktur raksasa cenderung mengalami deformasi atau keruntuhan.

Di Mars, efek penekanan tersebut jauh lebih lemah, sehingga gunung berapi dapat terus tumbuh menjulang tinggi sebelum mencapai batas kestabilan fisiknya. Kombinasi antara lava encer, absennya lempeng tektonik, gravitasi rendah, dan durasi erupsi yang sangat panjang itulah yang menciptakan kondisi ideal bagi lahirnya Olympus Mons.

Beban Berat

Olympus Mons dan kawasan Tharsis tidak cuma berdiri manis. Massa material vulkanik yang terkumpul di sana begitu masif, sampai-sampai diperkirakan memicu pengaruh besar terhadap struktur dan orientasi Mars secara keseluruhan.

Para ilmuwan mencetuskan teori True Polar Wander untuk menjelaskan fenomena ini. Penumpukan beban supermasif di wilayah Tharsis diduga sanggup menyebabkan lapisan kerak luar Mars bergeser relatif terhadap bagian interiornya. Jika pergeseran skala besar ini benar-benar terjadi, posisi kutub, jaringan aliran sungai purba, hingga garis iklim di Mars dipastikan sempat berubah secara drastis pada masa lalu.

Gunung Berapi yang ‘Hidup’ Sangat Lama

Usia Olympus Mons diperkirakan mencapai kisaran miliaran tahun. Menariknya, gunung ini tidak tercipta dari satu ledakan tunggal yang mahadahsyat, melainkan hasil akumulasi sabar dari aktivitas vulkanik berulang.

Salah satu cara ilmuwan menakar usia permukaan planet adalah dengan menghitung kerapatan kawah bekas tumbukan asteroid. Area tanah tua memiliki lebih banyak kawah, sedangkan area permukaan yang lebih muda memiliki kawah lebih sedikit karena telah tertutup oleh aliran lava baru.

Beberapa kawasan di Olympus Mons menunjukkan jejak permukaan yang relatif muda dalam skala geologi—ditaksir baru berusia ratusan juta tahun. Angka ini membuktikan bahwa aktivitas vulkanik di kawasan Olympus Mons bertahan jauh lebih lama dari yang diperkirakan, serta menandai bahwa Mars tidak serta-merta mati secara geologis dalam satu periode mendadak.

Meteorit Mars yang Jatuh ke Bumi

Uniknya, salah satu sumber informasi paling berharga mengenai jejak vulkanisme Mars justru didapat dari batuan yang ditemukan di permukaan Bumi. Ilmuwan berhasil mengidentifikasi meteorit Mars dari kelompok nakhlite—batuan yang terlontar akibat tumbukan asteroid di Mars, melayang di ruang angkasa, lalu jatuh ke Bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.