Antisipasi El Nino! PU Keruk Irigasi Tukad Saba Biar Air ke Sawah Buleleng Tetap Lancar
Sabtu, 08 Agu 2026, 10:54 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan galian sedimentasi pada Saluran Irigasi Patemon Kajanan di Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Menteri PU Dody Hanggodo siapkan air kebutuhan irigasi guna mendukung target Swasembada Pangan dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Menteri Dody mengatakan penguatan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang andal akan memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
âKehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,â kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (7/8)
Kegiatan galian tersebut dilakukan dengan mengangkat endapan sedimen yang menumpuk di saluran irigasi. Penumpukan sedimen dapat mengurangi kapasitas aliran air sehingga berpotensi menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Dengan pembersihan ini, aliran air diharapkan kembali optimal dan mampu memenuhi kebutuhan irigasi secara merata.
Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba sendiri memiliki saluran primer sepanjang 35.191 meter serta saluran sekunder sepanjang 57.657 meter dengan luas baku sekitar 3.897 hektare dan menjadi salah satu kawasan pertanian produktif di Kabupaten Buleleng. Berbagai komoditas unggulan dihasilkan dari kawasan ini, mulai dari padi hingga sayuran, yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, pemeliharaan jaringan irigasi secara berkala menjadi langkah strategis dalam menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air. BWS Bali Penida terus melakukan upaya tersebut guna memastikan distribusi air tetap lancar, terutama saat musim kemarau yang berpotensi menurunkan ketersediaan air.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PU terus komitmen dalam mendukung sektor pertanian nasional di tengah tantangan musim kemarau agar tetap produktif guna mewujudkan target Swasembada Pangan Nasional. Program ini juga selaras dengan Visi PU 608, yaitu menghadirkan infrastruktur yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
- Swasembada Pangan
- dampak El Nino
- Bali
- Irigasi Pertanian
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu
-
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten
-
Turis Swiss di Bali Dihukum 1 Tahun Penjara karena Posting Saat Langgar Aturan Keluar Hotel pada Hari Raya Nyepi
-
Tiongkok Konfirmasi Integrasi Rudal Hipersonik ke Kapal Perusak Utama, Armada AS Wajib Waspada
-
Efek Margin Baru 7 Persen, Bulog Prediksi Raup Laba Rp1,14 T
-
Disertifikasi KKP! Benih Kerapu & Bandeng Bali Laris Manis Tembus 4 Negara
-
Cegah Gagal Panen, BWS Sumatera VI Alirkan Air ke Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Sarolangun Jambi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.