Masyarakat Makin Melek Investasi, KSEI Ungkap Lonjakan SID Jadi Sinyal Kepercayaan Investor Ritel
Jumat, 07 Agu 2026, 19:00 WIBJAKARTA â Minat masyarakat untuk berinvestasi yang terus meningkat mencerminkan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan jangka panjang dan diversifikasi aset.
Kondisi ini menjadi modal positif bagi pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus memperluas sumber pembiayaan bagi dunia usaha.
Namun, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar keputusan investasi didasarkan pada analisis risiko dan fundamental, bukan sekadar mengikuti tren.
Dengan ekosistem investasi yang sehat dan edukasi yang memadai, peningkatan partisipasi masyarakat dapat memperkuat stabilitas pasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai pertumbuhan investor Single Investor Identification (SID) di pasar modal Indonesia mencerminkan minat tinggi masyarakat untuk memulai investasi.
Mengacu laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh 47,63 persen year to date (ytd) mencapai 30,06 juta SID hingga akhir Juli 2026.
âPencapaian tersebut menunjukkan semakin besar keinginan masyarakat untuk mulai berinvestasi di pasar modal Indonesia,â kata Direktur Penyelesaian, Kustodian, dan Pengawasan KSEI Eqy Essiqy di Jakarta, Jumat (7/8).
Tren pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia ini, lanjutnya, seiring dengan hasil berbagai inisiatif pendalaman dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.
Lebih lanjut, Eqy mengatakan pertumbuhan ini tidak lepas dari kolaborasi aktif para pemangku kepentingan terkait, mulai dari Self-Regulatory Organization (SRO), perusahaan efek, hingga perbankan.
âPertumbuhan pasar modal ini dibangun oleh kerja sama antara institusi, mulai dari SRO, perusahaan efek, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tentunya misi yang sama untuk memajukan pasar modal di Indonesia,â ujar dia.
Kolaborasi antarpihak ini pun, lanjut Eqy, membuahkan berbagai inovasi menarik untuk mempermudah masyarakat mengakses pasar modal Indonesia.
âTentunya KSEI senantiasa mendukung berbagai inovasi yang tetap berlandaskan prinsip keamanan, efisiensi, transparansi, dan tentunya perlindungan investor,â kata dia.
âKami berharap kolaborasi ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai berinvestasi, membangun kebiasaan investasi yang berkelanjutan, serta berkontribusi pada pertumbuhan basis investor di pasar modal Indonesia,â imbuhnya.
Eqy menambahkan, KSEI juga meyakini bahwa dengan semakin kuat kolaborasi para pelaku industri, maka semakin kuat pula fondasi ekosistem pasar modal di Indonesia.
âDengan demikian, peningkatan jumlah investor juga selaras dengan investor yang aktif memahami risiko investasi dan memiliki kepercayaan terhadap integritas pasar modal Indonesia,â ujar dia.
- investasi
- BEI
- Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- Single Investor Identification (SID)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Generali Lion Heart Run 2026 Behasil Kumpulkan Donasi 1,7 M
-
Skandal Memalukan! Untuk Bisa Masuk Kuliah di Kampus Ini Harus setor Uang Mahar ke Rektor
-
Pemkot Bogor Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Landasan Membangun Kota
-
300 UMKM Memerlukan Ruang Promosi yang Representatif
-
Hadiah dari Commuter Line di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.