WHO Mohon Lebih Banyak Dukungan untuk Atasi Ebola
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisDua kandidat vaksin terdepan adalah satu yang menggunakan platform ChAdOx1, yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan Serum Institute of India, dan yang lainnya sedang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Moderna menggunakan teknologi mRNA.
“Vaksin ChAdOx1 memulai uji klinis Fase I di Inggris pada 24 Juli, sementara kandidat vaksin Moderna dijadwalkan memulai uji klinis Fase I di Kanada pada pekan ini,” kata Moorthy.
Vaksin tersebut sedang diuji pada musang dan monyet, sementara pada saat yang sama para sukarelawan di Oxford dan Kanada diberi dosis berbeda dari vaksin potensial tersebut untuk menilai respons imun serta keamanannya.
Bergantung pada hasilnya, para pengembang akan memilih tingkat dosis terbaik untuk dilanjutkan ke uji klinis Fase III skala penuh pada manusia.
Dua pengobatan potensial sedang diuji pada pasien Ebola yang terkonfirmasi di Ituri dengan antibodi monoklonal MBP134 dan obat antivirus remdesivir, baik secara terpisah maupun kombinasi. Sementara itu, uji coba juga sedang berlangsung terhadap obat antivirus obeldesivir, untuk orang-orang yang terpapar kasus Bundibugyo yang telah dikonfirmasi.
“Uji klinis di Ituri sendiri telah melibatkan lebih dari 25 kontak berisiko tinggi untuk mengevaluasi apakah obat oral ini, yang diberikan selama 10 hari, dapat mencegah timbulnya penyakit,” ucap Moorthy. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!