Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Serukan Pertemuan Darurat Bahas Krisis Imigrasi di Ceuta

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 10:35 WIB | Oleh:
Uni Eropa Serukan Pertemuan Darurat Bahas Krisis Imigrasi di Ceuta Doc: Google Maps
Ket. Posisi Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Imigran dari Maroko membanjiri Ceuta pada Kamis, 30 Juli 2026, titik fokus bagi imigran yang mencoba mencapai Eropa.

Uni Eropa akan mengadakan pembicaraan darurat pada hari Selasa (4/8) untuk membahas krisis migrasi di Ceuta setelah perdebatan antara Spanyol dan negara-negara anggota lainnya.

BBC melaporkan, dua puluh dua negara anggota Uni Eropa mengeluarkan surat bersama yang menyerukan tindakan terkoordinasi dan penguatan perbatasan eksternal Uni Eropa, setelah sekitar 60.000 imigran dari Maroko memasuki Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara.

Spanyol mengutuk reaksi "egois, memecah belah, dan melanggar hukum" terhadap krisis tersebut setelah Italia menangguhkan perjanjian Schengen bebas perbatasan Uni Eropa dengan Spanyol - sebuah langkah yang didukung oleh Finlandia dan Denmark.

Para pejabat mengatakan hampir semua orang yang tiba di Ceuta pada 30 Juli telah kembali, sementara jumlah kematian akibat lonjakan penyeberangan bertambah menjadi 67 orang.

Surat dari negara-negara anggota Uni Eropa tersebut membahas kekhawatiran seputar "ancaman hibrida untuk menciptakan persepsi bahwa masuk secara ilegal ke Uni Eropa dimungkinkan," dan bahwa persepsi tersebut "akan mendorong upaya lebih lanjut, merusak kepercayaan pada kebijakan migrasi bersama, dan berdampak pada semua Negara Anggota".

Para pemimpin Belanda, Finlandia, dan Belgia termasuk di antara 22 penandatangan surat tersebut, yang ditujukan kepada Presiden Uni Eropa Antonio Costa, presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Taoiseach Michael Martin, karena Irlandia saat ini memegang jabatan presiden Dewan Uni Eropa.

Dalam surat terpisah kepada von der Leyen, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan ia memiliki "kekhawatiran serius" tentang beberapa pemerintah Eropa.

Dia mengatakan pemerintah Spanyol telah sepenuhnya memulihkan kendali atas perbatasan dan mencegah "pergerakan lebih lanjut yang tidak sah menuju daratan Eropa" dalam waktu kurang dari 48 jam.

Meskipun sebagian besar telah menunjukkan "dukungan dan solidaritas", Sánchez mengatakan pemerintah Eropa lainnya memilih untuk menyerang Spanyol, "didorong oleh prasangka, berita palsu, ketidaktahuan, atau kepentingan politik", dan menunjukkan bahwa Ceuta bukan bagian dari wilayah Schengen.

Pada hari Jumat, Sánchez menuduh para penyelundup imigran mengeksploitasi keputusan yang baru-baru ini dibuat oleh mahkamah agung negara itu yang membatasi hak pemerintah untuk segera mendeportasi orang-orang yang tiba melalui laut.

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Sabtu bahwa situasinya hampir kembali normal dan negara itu sedang berupaya membuat penghalang tiup untuk mencegah migrasi ilegal melalui jalur air.

"Hampir semua [imigran] sudah meninggalkan Ceuta," katanya seraya menambahkan bahwa bisnis di sana kini telah dibuka kembali.

Para pengkritik mengkhawatirkan Area Schengen - sebuah perjanjian yang menghilangkan pemeriksaan perbatasan dan kini mencakup lebih dari 450 juta orang dan 29 negara di Eropa.

Selain Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang menangguhkan perjanjian Schengen Italia dengan Spanyol selama sebulan, Finlandia, Prancis, dan Portugal semuanya mengatakan sedang mempertimbangkan atau mengamati pemeriksaan perbatasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.