Prabowo Ungkap Masa Depan Transportasi Indonesia Berbasis Listrik dan Energi Hijau

Kamis, 30 Jul 2026, 13:55 WIB

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai moda transportasi di Indonesia pada masa mendatang akan beralih menggunakan tenaga listrik sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun sistem energi hijau dan energi terbarukan.

"Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik, truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," kata Prabowo saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberikan sambutan saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). — Sumber: Antara

Menurut Presiden, pengembangan transportasi berbasis listrik merupakan bagian dari arah pembangunan energi nasional yang mengedepankan pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata. Ia menilai revitalisasi ratusan stasiun yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus mencerminkan transformasi pembangunan nasional.

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," ujarnya.

Prabowo mengatakan pelestarian stasiun bersejarah berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya yang memiliki minat terhadap wisata sejarah dan budaya.

"Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi," katanya.

Selain itu, Presiden meminta pembenahan kawasan stasiun dilakukan dengan mengedepankan aspek kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan agar memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tuturnya.

Prabowo menilai pembenahan infrastruktur transportasi yang disertai pelestarian bangunan bersejarah akan memperkuat daya tarik pariwisata di berbagai daerah. Revitalisasi stasiun juga diharapkan mendukung transformasi nasional melalui penyediaan fasilitas publik yang lebih baik, nyaman, dan terawat.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.