Sukses Digelar, Menpar Nilai Jember Fashion Carnival Kembangkan Wisata Berbasis Seni Berkualitas Dunia
Senin, 27 Jul 2026, 08:47 WIBJAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebut penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 telah mengembangkan wisata berbasis seni di Jember, Jawa Timur dengan kualitas berskala internasional.
âKita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (27/7).
Dalam kunjungannya ke JFC 2026 pada Minggu (26/7), Widiyanti mengatakan festival seni budaya itu memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat global dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan industri kreatif, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2003, JFC berkembang menjadi identitas pariwisata Kabupaten Jember sekaligus etalase kreativitas Indonesia di mata dunia.
Perpaduan fesyen, seni pertunjukan, budaya, dan kreativitas menjadikan JFC sebagai panggung yang memperlihatkan kemampuan anak bangsa dalam menghadirkan karya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Ia menilai konsistensi JFC dalam menjaga kualitas penyelenggaraan menjadikannya salah satu event terbaik di Indonesia. Hal itu tercermin dari keberhasilannya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.
Pada 2026, JFC juga kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa JFC memiliki standar penyelenggaraan yang semakin baik, kreativitas yang terus berkembang, serta daya tarik wisata yang mampu bersaing di tingkat internasional.
JFC juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC menarik 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara, melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Maka dari itu, Widiyanti berharap JFC terus berkembang sebagai karnaval fesyen berkelas dunia yang semakin memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan mengatakan JFC kini tidak lagi sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berpartisipasi, dan tumbuh bersama.
"Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga," katanya.
Jember Fashion Carnaval 2026 diselenggarakan pada 24â26 Juli 2026 mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth and Life". Tema tersebut mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya-karya kreatif yang mengangkat pesan pelestarian lingkungan.
Pesan tersebut diwujudkan melalui empat agenda utama dan delapan defile teatrikal yang mengangkat nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan kreatif tersebut memperkuat peran pariwisata sebagai media edukasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Saham Tokyo dan Seoul Anjlok Akibat Kebijakan Tarif Trump
-
Jember Fashion Carnaval Masuk Top 10 KEN Lima Kali, Ini Kata Wamenpar Ni Luh
-
Kabar Gembira bagi Timnas Indonesia, Naturalisasi Romeny, Geypens, dan Markx Disetujui DPR
-
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terus Komunikasi dengan Iran
-
Pengamat: Penjajakan Investasi Jepang pada Proyek Transportasi DKI Merupakan Peluang Baik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.