Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda Perlu Cerdas Kelola Keuangan

📅 Senin, 27 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Generasi Muda Perlu Cerdas Kelola Keuangan Doc: ANTARA/Andry Denisah
Ket. Warga melakukan transaksi QRIS di salah satu kedai kopi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/7).

Jakarta – Generasi muda dinilai perlu semakin cerdas mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Heru Sutadi menilai tantangan sektor keuangan saat ini bukan lagi memperluas adopsi layanan digital, melainkan membangun financial wellness agar digitalisasi benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, tingginya penggunaan dompet digital, QRIS, hingga platform investasi harus diimbangi dengan literasi keuangan yang baik agar dimanfaatkan secara bijak, aman, dan produktif, bukan sekadar mempermudah transaksi atau mendorong perilaku konsumtif.

“Tantangannya kini bukan lagi mendorong adopsi, melainkan memastikan penggunaan layanan tersebut dilakukan secara bijak, aman, dan produktif sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan finansial,” kata Heru di Jakarta.

Dikutip dari Antara, Heru menilai kesadaran generasi muda terhadap pentingnya investasi dan perencanaan keuangan mulai meningkat karena semakin mudahnya akses terhadap informasi. Meski demikian, tingginya penggunaan layanan keuangan digital belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Menurut Heru, maraknya transaksi digital lebih menunjukkan perubahan cara masyarakat bertransaksi daripada kemampuan mereka mengelola keuangan secara sehat. Padahal, literasi keuangan tidak hanya diukur dari kemampuan menggunakan aplikasi digital, tetapi juga kemampuan menyusun anggaran, menabung secara rutin, berinvestasi sesuai profil risiko, serta memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan.

“Masih banyak yang terjebak gaya hidup konsumtif, penggunaan paylater berlebihan, atau investasi tanpa memahami risikonya. Karena itu, literasi keuangan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat," ujarnya.

Heru menilai semakin banyak generasi muda yang mampu mengelola keuangan dengan baik, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Tabungan dan investasi akan memperkuat pembentukan modal, transaksi digital meningkatkan efisiensi ekonomi, sementara akses pembiayaan yang sehat dapat mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru.

Menetapkan Prioritas

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan kecakapan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang berorientasi pada tujuan jangka panjang.

Menurut Faisal, generasi Z dan generasi Alpha memiliki keunggulan dalam mengadopsi teknologi digital, termasuk layanan keuangan. Namun, tingginya literasi digital tersebut belum selalu diikuti kemampuan menetapkan prioritas dalam mengelola keuangan.

"Kalau saya melihat ya seringkali beda prioritas dalam hal konsumsi, atau seringkali justru hal-hal yang lebih ke sekunder, tersier dibandingkan yang lebih primer kecuali makanan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.