Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Guraici, Mestika Bahari di Halmahera Selatan

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:

Perairan di sekitar gugusan pulau ini memiliki ekosistem pesisir yang terdiri dari terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Ketiganya memiliki fungsi yang saling berkaitan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pulau-pulau kecil.

Terumbu karang, misalnya, merupakan habitat bagi berbagai organisme laut dan menjadi salah satu daya tarik utama wisata snorkeling. Sementara itu, padang lamun berperan sebagai habitat penting bagi berbagai biota laut dan membantu menjaga stabilitas ekosistem pesisir. Mangrove juga memiliki fungsi penting dalam melindungi garis pantai serta menyediakan habitat bagi berbagai organisme.

Penelitian terhadap 17 pulau di Gugus Pulau Guraici menunjukkan bahwa terumbu karang, mangrove, dan padang lamun merupakan bagian penting dari kapasitas adaptif ekologis kawasan. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa kondisi kapasitas adaptif ekologis antarpulau tidak seragam, dengan kategori mulai dari sedang, rendah, hingga sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa keindahan alam Guraici perlu diimbangi dengan perhatian serius terhadap keberlanjutan ekosistemnya.

Karena itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini idealnya tidak hanya datang untuk menikmati keindahan bawah laut. Mereka juga perlu memahami bahwa terumbu karang dan ekosistem pesisir merupakan bagian dari lingkungan yang rentan terhadap tekanan aktivitas manusia.

Menjaga jarak dari terumbu karang ketika snorkeling, tidak menginjak karang, tidak mengambil biota laut, serta membawa kembali sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan wisatawan.

Lelei, Pintu Masuk untuk Mengenal Guraici

Salah satu kawasan yang memiliki hubungan erat dengan pengembangan wisata Guraici adalah Desa Lelei di Kecamatan Kayoa. Desa Wisata Lelei Guraici tercatat dalam platform Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Desa ini juga tercatat sebagai desa wisata kategori rintisan.

Keberadaan desa wisata menjadi elemen penting dalam pengembangan destinasi di wilayah kepulauan. Sebab, wisata ke pulau kecil tidak hanya berkaitan dengan panorama alam, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Di Lelei, wisatawan dapat menemukan sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat makan, kuliner, kamar mandi umum, area foto, serta homestay. Profil Jejaring Desa Wisata juga mencantumkan sejumlah pilihan homestay, termasuk Homestay Goropa dan Homestay Bobara.

Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wisata Guraici mulai diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada wisatawan. Masyarakat lokal juga memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata. Mereka dapat terlibat dalam penyediaan akomodasi, makanan, transportasi laut, jasa pemandu, hingga aktivitas wisata bahari.

Model seperti ini penting karena pariwisata yang berkembang di pulau-pulau kecil idealnya tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal. Dengan keterlibatan masyarakat, pengembangan destinasi dapat berjalan lebih berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dari pengelolaan dan penjagaan kawasan.

Kawasan Khatulistiwa

Salah satu keunikan kawasan Guraici adalah posisinya yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Profil Desa Wisata Lelei Guraici menyebut lokasi kepulauan ini berada tepat di garis khatulistiwa, sebuah kondisi geografis yang menjadi bagian dari karakter kawasan. Posisi geografis tersebut turut memberikan karakter tropis yang kuat. Cuaca, vegetasi, serta kondisi laut menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.