Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Guraici, Mestika Bahari di Halmahera Selatan

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Kepulauan Guraici, Mestika Bahari di Halmahera Selatan Doc: Kemenpar RI
Ket. Lelei, kepulauan Gura Ici berada di Kec. Kayoa Kabupaten Halmahera selatan. Letaknya tepat di garis khatulistiwa membuat pulau-pulau disini sangat eksotis dan cocok bagi wisatawan mancanegara & lokal.

BERADA di Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pulau ini telah memikat wisatawan yang menyukai perjalanan ke destinasi bahari. Jauh dari keramaian Guraici menawarkan pengalaman menikmati pulau kecil dengan panorama laut yang jernih, pasir putih, vegetasi tropis, serta kehidupan bawah laut yang menjadi bagian penting dari ekosistem kepulauan tersebut.

Namun, sesungguhnya Pulau Guraici bukan hanya tentang sebuah pulau semata. Nama “Guraici” juga merujuk pada sebuah gugusan kepulauan yang memiliki karakter geografis dan ekologis khas, yang berbeda dengan wilayah lain.

Sebuah penelitian mengenai kapasitas adaptif ekologis Gugus Pulau Guraici mencatat kajian terhadap 17 pulau, termasuk Pulau Guraici, Lelei, Temo, Ubo-Ubo Besar, Ubo-Ubo Kecil, Popaco, Darama fala, Sohomao, Sonyiha, Salo, Rajawali, Talimau, Kelo, Sapang, Tapaya, dan Igo. Luas kepulauan ini mencapai 91.538,99 hektar.

Penelitian tersebut menyoroti keterkaitan antara terumbu karang, mangrove, dan padang lamun sebagai ekosistem penting bagi keberlangsungan pulau-pulau kecil. Kondisi geografis ini membuat perjalanan ke Guraici tidak hanya menjadi wisata untuk menikmati panorama, tetapi juga kesempatan untuk mengenal salah satu lanskap kepulauan kecil yang memiliki nilai ekologis penting di Halmahera Selatan.

Laut Jernih dan Pasir Putih

Daya tarik utama Guraici terletak pada lanskap baharinya. Laut biru dengan gradasi warna yang berubah mengikuti kedalaman air berpadu dengan pasir putih dan daratan yang ditumbuhi vegetasi tropis. Bagi wisatawan, pemandangan semacam ini memberikan pengalaman khas pulau kecil di kawasan timur Indonesia.

Dari atas perahu, garis pantai yang dikelilingi laut jernih menjadi pemandangan pertama yang menyambut perjalanan. Ketika perahu semakin mendekat, warna air laut terlihat semakin terang, memperlihatkan dasar perairan dangkal di sekitar pesisir.

Keindahan tersebut menjadi semakin menarik karena lanskap Guraici masih memberikan kesan alami. Tidak seperti destinasi wisata bahari yang telah berkembang menjadi kawasan wisata massal, kawasan ini menawarkan suasana yang lebih tenang.

Bagi sebagian wisatawan, ketenangan justru menjadi daya tarik utama. Tidak banyak aktivitas yang harus dilakukan selain menikmati alam, berjalan di sepanjang pantai, berenang, bersantai, atau menghabiskan waktu dengan memandangi laut.

Pulau kecil seperti Guraici juga menawarkan pengalaman wisata yang lebih intim dengan alam. Ukuran pulau yang tidak terlalu luas membuat wisatawan dapat menikmati suasana pesisir tanpa harus berpindah-pindah lokasi terlalu jauh.

Dari kejauhan, daratan hijau yang muncul di tengah laut memberikan kesan seperti sebuah taman tropis yang dikelilingi perairan biru. Pemandangan inilah yang membuat perjalanan menuju Guraici terasa berbeda dibandingkan wisata ke destinasi perkotaan atau kawasan pantai yang lebih ramai. Namun, pesona Guraici tidak berhenti di garis pantai.

Kekayaan Bawah Laut

Bagi pencinta wisata bahari, kawasan Guraici memiliki daya tarik yang lebih dalam. Keindahan laut di kawasan ini dapat dinikmati tidak hanya dari permukaan, tetapi juga dengan menyelami perairannya.

Snorkeling dan free diving menjadi salah satu aktivitas yang ditawarkan dalam pengembangan wisata di kawasan Desa Wisata Lelei Guraici. Profil resmi desa wisata yang tercatat dalam Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata memasukkan snorkeling dan free diving sebagai atraksi wisata alam. Desa Lelei berada di Kecamatan Kayoa dan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan wisata di kawasan Guraici.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.