Wamentan Ajak Pengusaha Tani Indonesia Perluas Pasar Ekspor

Rabu, 22 Jul 2026, 14:45 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak Pengusaha Tani Indonesia (PTI) mengubah orientasi usaha dari mengejar proyek pemerintah menjadi membangun bisnis pertanian yang berdaya saing dan berorientasi ekspor. Menurut dia, peluang terbesar sektor pertanian saat ini berada pada pengembangan pasar global yang terus dibuka pemerintah.

Sudaryono mengatakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas nasional. Karena itu, pelaku usaha diminta memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan produksi sekaligus memperluas akses ekspor.

Ket. Foto: — Sumber: Kementan

"Kalau sekarang pemerintah sedang membuka peluang ekspor ceker ayam ke Tiongkok, peluang ekspor karet ke Russia, atau komoditas lainnya, pengusaha tani harus ikut mengambil bagian. Jangan hanya mencari akses proyek pemerintah. Bangun bisnis yang besar, bisnis yang sehat, bisnis yang berorientasi ekspor," kata Sudaryono saat melantik pengurus Pengusaha Tani Indonesia sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PTI di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menilai ruang proyek pemerintah memiliki keterbatasan dan seluruh prosesnya diawasi secara ketat. Sebaliknya, peluang bisnis akan jauh lebih besar apabila pelaku usaha mampu membangun jaringan pemasaran dan memanfaatkan pasar internasional.

"Kita ingin pengusaha tani memakai jaringan yang kita miliki untuk membuka pasar. Peluangnya jauh lebih besar daripada hanya berebut proyek. Orientasinya harus ekspor dan menciptakan nilai tambah," ucap dia.

Menurut Sudaryono, pelaku usaha juga perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama. Momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan untuk memperkuat usaha pertanian nasional.

"Kalau era sekarang adalah era swasembada pangan, ya pengusaha juga harus bergerak mengikuti arah itu. Jangan justru mencari usaha yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Ini momentum besar yang harus dimanfaatkan," kata dia.

Ia mengungkapkan pemerintah saat ini menjalankan program pengembangan sembilan komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan komoditas ekspor lainnya dengan dukungan anggaran sekitar Rp9,9 triliun. Program tersebut dinilai membuka peluang baru di sektor perdagangan, pengolahan, hingga ekspor hasil pertanian.

"Kalau pemerintah sedang membangun sentra kelapa, kakao, kopi, atau pala, maka pengusaha tani harus sudah bersiap menjadi pedagang, pengolah, hingga eksportir komoditas tersebut. Peluangnya sangat besar," ucap dia.

Sudaryono juga mencontohkan keberhasilan pemerintah membuka akses ekspor durian Indonesia langsung ke Tiongkok sebagai bukti semakin terbukanya pasar internasional bagi produk pertanian nasional.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan seluruh pelayanan di Kementerian Pertanian dilakukan secara bersih dan transparan. Masyarakat diminta tidak mempercayai pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Kementerian Pertanian untuk menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.

"Kalau ada yang mengaku orang saya atau mengaku bisa mengurus sesuatu atas nama saya, laporkan saja. Tidak ada praktik seperti itu. Semua pelayanan dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan," kata dia.

Menutup sambutannya, Sudaryono mengajak pengurus PTI lebih sering turun ke lapangan untuk memahami kebutuhan petani sekaligus menangkap peluang usaha secara langsung.

"Jangan hanya duduk di ruangan ber-AC. Kuncinya ada di lapangan, di kebun, di sawah, di tempat-tempat yang panas. Di situlah peluang usaha pertanian sebenarnya berada," ucap dia. ils/I-1

  • Wamentan Sudaryono
  • Pengusaha Tani Indonesia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.