Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Mengubah Peta Industri Bisnis Sepak Bola Global

Rabu, 22 Jul 2026, 00:04 WIB

DALLAS – Piala Dunia 2026 dengan format baru yang diikuti 48 negara bahkan belum selesai sepenuhnya, namun Presiden FIFA Gianni Infantino sudah membuka peluang untuk memperluas turnamen menjadi 64 peserta pada masa mendatang. Gagasan tersebut dinilai berpotensi mengubah lanskap ekonomi sepak bola dunia secara fundamental.

Dalam wawancara dengan televisi Swiss selama berlangsungnya turnamen, Infantino mengatakan format 64 tim merupakan salah satu opsi yang layak dikaji setelah Piala Dunia usai. Pernyataan itu kembali memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana turnamen sepak bola terbesar di dunia dapat terus diperbesar.

Ket. Foto: Gianni Infantino saat memberikan pernyataan mengenai masa depan Piala Dunia. — Sumber: FIFA

Dari sisi penyelenggaraan, konsekuensi ekspansi tentu sangat besar. Turnamen yang lebih besar membutuhkan lebih banyak stadion, hotel, sistem transportasi, serta kemungkinan durasi kompetisi yang lebih panjang.

Namun, dampak finansialnya diperkirakan jauh lebih signifikan. Dengan semakin mudahnya negara-negara besar lolos ke putaran final, nilai komersial babak kualifikasi berpotensi menurun. Sebaliknya, nilai ekonomi turnamen utama FIFA justru akan meningkat.

Apabila hak siar babak kualifikasi kehilangan daya tarik, enam konfederasi sepak bola dunia diperkirakan akan semakin bergantung pada distribusi dana dari FIFA. Kondisi tersebut dapat memperkuat pengaruh finansial sekaligus politik organisasi sepak bola dunia itu.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka menolak gagasan tersebut.

"Saya rasa itu bukan ide yang baik, baik untuk Piala Dunia maupun untuk babak kualifikasi. Karena itu saya tidak mendukung usulan tersebut," ujar Ceferin tahun lalu.

Penolakan serupa juga datang dari Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, yang mempertanyakan sampai di mana ekspansi Piala Dunia akan berhenti.

FIFA sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait wacana tersebut.

Infantino menegaskan bahwa perluasan peserta bertujuan memberi kesempatan lebih besar kepada negara-negara berkembang.

"Piala Dunia harus diselenggarakan untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang," kata Infantino.

Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat menjadi edisi pertama sejak 1998 yang meninggalkan format 32 peserta. Turnamen itu diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan selama lebih dari lima pekan.

Apabila format dasar tetap dipertahankan, fase grup berisi empat tim yang dilanjutkan babak gugur 32 besar, maka Piala Dunia 64 tim akan menghasilkan 128 pertandingan. Jumlah tersebut bertambah 24 laga dibanding edisi 2026 dan dua kali lipat dibanding era 32 peserta.

Tanpa pemadatan jadwal atau penyelenggaraan lebih banyak pertandingan secara bersamaan, durasi turnamen diperkirakan akan bertambah sekitar satu pekan.

Piala Dunia 2030 sendiri akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, sementara Uruguay, Argentina, serta Paraguay masing-masing menjadi tuan rumah satu pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Mengakomodasi 64 peserta di enam negara saja sudah menjadi tantangan besar. Apalagi jika turnamen diselenggarakan hanya di satu negara.

Arab Saudi, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034, sudah menghadapi persoalan tersendiri. Ramadan diperkirakan dimulai pada pertengahan November 2034 sehingga jadwal November-Desember seperti Piala Dunia 2022 di Qatar sulit diterapkan kembali. Situasi tersebut berpotensi memaksa FIFA melakukan penyesuaian baru terhadap kalender sepak bola internasional.

Jika jumlah peserta diperbesar menjadi 64 tim, tantangan tersebut akan semakin berat. Negara tuan rumah harus menyediakan lebih banyak stadion, lapangan latihan, hotel, kapasitas transportasi, hingga puluhan ribu relawan, sekaligus memperkuat infrastruktur pariwisata yang masih berkembang.

Arab Saudi sejauh ini telah mengusulkan 15 stadion untuk format 48 peserta, terdiri atas delapan stadion di Riyadh, empat di Jeddah, serta masing-masing satu stadion di Khobar, Neom, dan Abha. Proyek pembangunan maupun renovasi venue sudah berlangsung menjelang Piala Asia 2027.

Ekspansi Piala Dunia juga diperkirakan memperberat kalender pertandingan internasional yang sudah padat dan meningkatkan tekanan terhadap kompetisi domestik.

Liga Jepang (J-League) akan mulai menggunakan kalender Agustus-Mei, sementara Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat berencana mengikuti format serupa mulai musim depan. Artinya, apabila Piala Dunia kembali digelar pada musim dingin, gangguan terhadap kompetisi domestik akan meluas dan tidak lagi hanya dirasakan liga-liga elite Eropa seperti yang terjadi pada 2022.

Dari sisi finansial, partisipasi di Piala Dunia juga bukan perkara murah.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), misalnya, memperkirakan mengeluarkan biaya sekitar 24,5 juta euro atau sekitar 468 miliar rupiah untuk mengikuti Piala Dunia tahun ini. Presiden FFF Philippe Diallo bahkan menyebut tim nasional Prancis setidaknya harus mencapai semifinal agar federasi tidak mengalami kerugian.

Dalam Kongres FIFA di Vancouver pada April lalu, Diallo juga meminta FIFA meningkatkan dukungan pendanaan bagi negara peserta.

Apabila format 48 tim saja sudah membebani keuangan banyak federasi, maka turnamen dengan 64 peserta hampir pasti akan meningkatkan biaya operasional masing-masing negara.

Selain itu, isu kesejahteraan pemain diperkirakan akan semakin mengemuka. Bertambahnya jumlah pertandingan berarti meningkatnya beban fisik pemain elite yang selama ini sudah menghadapi jadwal kompetisi sangat padat.

Di sisi lain, format 64 tim memang akan membuka peluang lebih luas bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung sepak bola tertinggi. Namun, langkah tersebut juga berpotensi memunculkan kembali perdebatan mengenai kualitas persaingan, lamanya turnamen, meningkatnya biaya bagi suporter, hingga kekhawatiran bahwa Piala Dunia akan kehilangan eksklusivitas yang selama puluhan tahun menjadi daya tarik utamanya.

Ke depan, nasib wacana Piala Dunia 64 tim kemungkinan besar akan ditentukan oleh evaluasi FIFA terhadap keberhasilan penyelenggaraan edisi perdana dengan format 48 peserta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.