Sebanyak 112 Perusahaan Perasuransian Meraih Market Leaders Award 2026
Rabu, 22 Jul 2026, 00:03 WIBJAKARTA- Media Asuransi kembali menyelenggarakan acaraInsurance Market Leaders Award. Dalam ajang Insurance Market Leaders Award 2026, Media Asuransi memberikan apresiasi kepada 112 perusahaan di industri perasuransian di Hotel Luwansa, Jakarta, Selasa (21/7).
Ajang penghargaan yang sudah berjalan kesebelas kalinya ini diberikan kepada perusahaanasuransi dan reasuransi serta pialang asuransi dan reasuransi serta penilai kerugian (adjuster) atas kinerja terbaik mereka di 2025. Acara ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan kinerja yang lebih baik di industri perasuransian Indonesia.
Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) tahun ini melakukan kajian terhadap laporan keuangan 2025 (unaudited) perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum,reasuransi (konvensional dan syariah), asuransi jiwa syariah (full fledged dan unit) serta asuransi umum syariah (full fledged dan unit syariah).
Selain itu, LRMA melakukan kajian atas Data Statistik Perasuransian 2024 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri pialang asuransi, pialang reasuransi, dan penilai kerugian asuransi.
LRMA dalam melakukan kajian menggunakan empat indikator keuangan laporan keuangan publikasi perusahaan asuransi jiwa, umum, reasuransi dan syariah jiwa maupun umum per 31 Desember 2025.
Indikator itu, antara lain pendapatan premi untuk asuransi jiwa, premi bruto untuk asuransi umum dan reasuransi. Lalu indikator brokerage fee untuk pialang asuransi dan reasuransi, serta indikator adjuster fee untuk penilai kerugian asuransi.
Pada tahun 2026 ini, LRMA membagi seluruh industri perasuransian tersebut ke dalam 11 kelompok. Untuk kedua kalinya dilakukan pemisahan kelompok nasional dan joint venture di industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan pialang asuransi. Pemisahan itu sesuai dengan yang dilakukan OJK dalam data statistik yang dipublikasikan. Secara keseluruhan ada 112 perusahaan pemenang Insurance Market Leaders Award 2026 Media Asuransi.
Kali ini ada 10 perusahaan jiwa nasional yang menjadi market leaders, dari 24 perusahaan di kelompok ini. Selanjutnya ada 10 perusahaan jiwa joint venture dari 22 perusahaan di kelompok yang sama.
Kemudian ada 15 market leaders perusahaan umum nasional, dari 45 perusahaan di kelompok ini. Serta ada 10 market leaders perusahaan umum joint venture, dari 21perusahaan di kelompok tersebut.
Untuk kelompok perusahaan asuransi jiwa syariah ada lima market leaders dari keseluruhan asuransi jiwa syariah yang berjumlah 27 (full fledged dan unit syariah). Serta ada lima market leaders asuransi umum syariahdari 18 asuransi umum syariah (full fledged dan unit syariah) di kelompok ini.
Sementara itu untuk kelompok perusahaan reasuransi, ada empat market leaders dari delapan reasuransi (konvensional). Sedangkan di kelompok pialang asuransi, ada 20 market leaders pialang asuransi nasional dari 138 perusahaan pialang asuransi di kelompok ini. Kemudian ada lima market leaders di kelompok pialang asuransi joint venture dari 12 perusahaan.
Selanjutnya, di kelompok pialang reasuransi ada 15 market leaders dari 41 pialang reasuransi. Serta ada 13 perusahaan market leaders di kelompok penilai kerugian asuransi (adjuster) dari 27 perusahaan di kelompok ini.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama PT Media Asuransi Indonesia, Handoko Afandymengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Insurance Market Leaders Award 2026.
Ketangguhan Inovasi
Lebih jauh, Handoko mengatakan, pencapaian ini bukan sekadar cerminan kinerja bisnis yang unggul, melainkan bukti nyata kepercayaan publik yang terus menguat terhadap industri perasuransian nasional. Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat, para pemimpin pasar ini telah menunjukkan ketangguhan, inovasi, serta komitmen tinggi dalam menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dan tepercaya.
âPenghargaan ini kami selenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pendorong bagi seluruh ekosistem untuk terus berlomba meningkatkan kualitas layanan, mendorong inklusi, dan memperkuat literasi perasuransian di Indonesia.Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi untuk terus bertumbuh secara sehat, adaptif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat kepada para pemimpin pasar industri perasuransian Indonesia tahun 2025,â ujarnya.
Plt Direktur PT Media Asuransi Indonesia, S. Edi Santosa mengatakan, tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas lima persen. Pada tahun 2025 perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 yang sebesar 5,03 persen, maupun tahun 2023 tercatat sebesar 5,05 persen.
Dalam kondisi perekonomian seperti ini, industri perasuransian tetap mendapat tekanan berat. Namun para perusahaan di acara ini membuktikan kinerjanya sehingga menjadi market leader di kategorinya. Karena itu perusahaan yang menerima penghargaam, merupakan para penentu pergerakan di industri perasuransian.
Lebih jauh, Edi mengatakan, atas nama Media Asuransi menyampaikan rasa hormat dan ucapan selamat kepada para peraih Insurance Market Leaders Award 2026 Media Asuransi.Â
âKami berharap penghargaan yang diterima akan dapat menjadi penambah semangat untuk mengejar pertumbuhan lebih baik di masa mendatang, sehingga dapat melayani masyarakat Indonesia lebih baik lagi,â ungkapnya.
Kinerja Market Leaders
Tahun ini LRMA membagi asuransi jiwa, asuransi umum, dan pialang asuransi, masing-masing dalam kelompok nasional dan joint venture di industri. Untuk kelompok asuransi jiwa nasional, market share total pendapatan premi yang dicatatkan oleh 10 market leaders mengalami peningkatan, dari 86,22 persen di tahun 2024 menjadi 86,33 persen pada tahun 2025.
Hal ini terjadi di saat pendapatan premi 10 asuransi jiwa terbesar ini turun, dari 48,89 triliun rupiah di tahun 2024 menjadi 45,78 triliun rupiah pada 2025. Namun di saat yang sama, pendapatan premi 24 perusahaan asuransi jiwa di kelompok ini juga turun, dari 56,70 triliun rupiah pada 2024 menjadi 53,03 triliun rupiah di 2025.Â
Sedangkan market share klaim dan manfaat dibayar dari 10 market leaders asuransi jiwa nasional justru naik, dari 85,87 persen di 2024, menjadi sebesar sebesar 91,52 persen di tahun 2025. Hal ini terjadi akibat peningkatan klaim dan manfaat dibayar para market leaders di kelompok ini, yakni dari 33,14 triliun rupiah pada 2024 menjadi sebesar 48,68 triliun rupiah di 2025.Â
Sementara itu di kelompok asuransi jiwa patungan (joint venture), market share total pendapatan premi yang dicatatkan oleh 10 market leaders mengalami pertumbuhan tipis, dari 84,86 persen di tahun 2024 menjadi 84,89 persen pada 2025. Hal ini terjadi di saat pendapatan premi 10 asuransi jiwa joint venture terbesar ini meningkat, dari 93,25 triliun rupiah di tahun 2024 menjadi 94,82 triliun rupiah pada 2025.Â
Market share klaim dan manfaat dibayar dari 10 market leaders asuransi jiwa joint venture juga naik, dari 79,66 persen di 2024, menjadi 84,89 persen di tahun 2025. Nilai klaim dan manfaat dibayar para pemimpin pasar di kelompok ini, naik dari 29,96 triliun rupiah pada 2024 menjadi 30,94 triliun rupiah di 2025.
Sementara itu di industri asuransi umum, total premi bruto yang dibukukan 10 market leaders asuransi umum nasional tahun 2025 sebesar 54,55 triliun rupiah, meningkat dibandingkan premi bruto 2024 sebesar 47,27 triliun rupiah. Market share premi bruto 10 asuransi umum nasional terbesar ini meningkat, dari 72,00 persen di tahun 2024 menjadi 79,14 persen pada 2025.
Klaim bruto 10 market leaders asuransi umum nasional ini tercatat sebesar 27,14 triliun rupiah pada tahun 2025, meningkat dibandingkan dengan klaim bruto tahun 2024 yang sebesar 23,37 triliun rupiah. Market share klaim bruto10 market leaders asuransi umum nasional ini pada tahun 2025 sebesar 79,35 persen, naik jika dibandingkan dengan market share di tahun 2024 yang sebesar 74,17 persen.Â
Sedangkan total premi bruto yang dibukukan oleh 10 market leaders asuransi umum joint venture pada 2025 tercatat sebesar 25,47 triliun rupiah, meningkat dibandingkan premi bruto 2024 yang sebesar 23,13 triliun rupiah. Market share premi bruto 10 asuransi umum joint venture terbesar ini meningkat, dari 76,52 persen di tahun 2024 menjadi 77,75 persen pada 2025.
Klaim bruto 10 market leaders asuransi umum joint venture ini tercatat sebesar 10,36 triliun rupiah pada tahun 2025, naik tipis dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 10,23 triliun rupiah. Market share klaim bruto 10 market leaders asuransi umum joint venture ini pada tahun 2025 sebesar 77,19 persen, naik jika dibandingkan dengan market share di tahun 2024 yang sebesar 76,00 persen.
Sementara itu, market share kontribusi bruto yang dicatatkan oleh lima market leaders asuransi jiwa syariah naik tipis, dari 75,55 persen di tahun 2024 menjadi 75,79 persen pada 2025. Padahal, terjadi peningkatan kontribusi bruto yang signifikan pada lima asuransi jiwa syariah terbesar ini (full fledged dan unit syariah), yakni dari 6,55 triliun rupiah di tahun 2024 menjadi sebesar 7,53 triliun rupiah pada 2025.Â
Total beban market leaders asuransi jiwa syariah naik dari 3,40 triliun rupiah pada 2024 menjadi sebesar 3,96 triliun rupiah di tahun 2025. Market share total beban dari lima market leaders asuransi jiwa syariah ini di tahun 2025 tercatat sebesar 76,73 persen, naik dibandingkan dengan market share 2024 yang sebesar 73,68 persen.Â
Sedangkan total kontribusi bruto yang dibukukan oleh lima market leaders asuransi umum syariah (full fledged dan unit syariah) tahun 2025 sebesar 1,47 triliun rupiah, meningkat dibandingkan dengan kontribusi bruto 2024 yang sebesar 1,34 triliun rupiah. Market share kontribusi bruto lima asuransi umum syariah terbesar ini meningkat, dari 40,81 persen di tahun 2024 menjadi 48,88 persen pada 2025.
Di sisi lain, total beban lima market leaders asuransi umum syariah ini tercatat sebesar 745,25 miliar pada tahun 2025, meningkat dibandingkan dengan total beban 2024 yang sebesar 639,79 miliar. Sedangkan market share total beban pada 2025 sebesar 57,78 persen, naik dibandingkan dengan market share tahun 2024 yang sebesar 44,78 persen.Â
LRMA kali ini melakukan kajian atas kinerja keuangan delapan perusahaan reasuransi (konvensional). Hasilnya, empat market leaders reasuransi membukukan premi bruto sebesar 17,19 triliun rupiah pada 2025, meningkat jika dibandingkan dengan premi bruto tahun 2024 yang sebesar 16,88 triliun rupiah. Sejalan dengan itu, market share premi bruto empat market leaders ini naik dari 77,57 persen di tahun 2024 menjadi 80,22 persen pada tahun 2025.
Sedangkan klaim bruto empat market leaders reasuransi pada 2025 sebesar sebesar 9,33 triliun rupiah, meningkat jika dibandingkan dengan klaim bruto tahun 2024 yang sebesar 9,11 triliun rupiah. Sejalan dengan itu, market share klaim bruto empat market leaders ini naik dari 65,10 persen di tahun 2024 menjadi 70,30 persen pada tahun 2025.
Seperti tahun lalu, pada tahun ini LRMA membagi pialang asuransi dalam dua kelompok, yakni nasional dan patungan (joint venture). Brokerage fee 20 perusahaan pialang asuransi nasional yang menjadi market leaders sebesar 2,46 triliun rupiah pada 2024. Market share brokerage fee sebesar 69,38 persen pada tahun yang sama.
Pendapatan yang dihimpun oleh para market leaders ini tercatat sebesar 3,49 triliun rupiah di tahun 2024. Market share pendapatan premi 20 pialang asuransi terbesar ini tercatat sebesar 69,38 persen pada tahun 2024.
Sedangkan brokerage fee lima perusahaan pialang asuransi joint venture yang menjadi market leaders tercatat sebesar 883,97 miliar pada 2024. Market share brokerage fee sebesar 91,03 persen pada tahun yang sama.
Pendapatan yang dihimpun oleh para market leaders ini tercatat sebesar 1,10 triliun rupiah di tahun 2024. Market share pendapatan lima pialang asuransi patungan terbesar ini tercatat sebesar 90,99 persen pada tahun 2024.
Sementara itu, 15 perusahaan pialang reasuransi yang menjadi market leaders, berhasil mencatatkan brokerage fee sebesar 788,28 miliar di tahun 204. Sedangkan market share brokerage fee pada tahun yang sama sebesar 75,89 persen. Pendapatan 15 market leaders pialang reasuransi 2024 sebesar 935,14 miliar, dengan market share pendapatan sebesar 76,75 persen.
Pada tahun 2024, adjuster fee 13 perusahaan market leaders penilai kerugian asuransi tercatat sebesar 463,84 miliar, dengan market share sebesar 89,65 persen. Market share turun dibandingkan 2023 yang tercatat sebesar 90,62 persen, dengan fee adjuster sebesar 369,40 miliar di tahun itu.
Sedangkan pendapatan para market leaders adjuster ini tercatat sebesar 503,41 miliar di tahun 2024, dengan market share sebesar 87,53 persen. Nilai market share-nya relatif sama dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 87,58 persen, berkat membukukan pendapatan sebesar 443,13 miliar di tahun itu.
- Market Maker
- Media Asuransi
- Proteksi
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.