Bukan Sekadar Pembatas Jalan, Median Bojonggede-Kemang Disulap Jadi Kebun Produktif
Selasa, 21 Jul 2026, 08:50 WIBBOGOR â Konsep pertanian terpadu menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
Melalui integrasi tanaman, peternakan, perikanan, hingga pengolahan limbah, sistem ini mampu menciptakan siklus produksi yang saling mendukung, menekan biaya operasional, dan mengurangi ketergantungan pada input eksternal.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pertanian terpadu juga meningkatkan pendapatan petani serta mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mengembangkan kawasan pertanian terpadu di sepanjang median Jalan Bojonggede-Kemang melalui optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin (20/7), mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Lahan di sepanjang Jalur Bojonggede-Kemang yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini mulai kita optimalkan menjadi lebih produktif. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ujar Rudy.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.
"Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi yang akan datang. Bersama kita wujudkan Kabupaten Bogor yang lebih maju, produktif, dan istimewa," katanya.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Bogor membahas langkah strategis pemanfaatan lahan di sepanjang jalur Bojonggede-Kemang melalui konsep pertanian terpadu yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.
Konsep tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendukung kemandirian pangan daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan pertanian terpadu itu juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi di wilayah Bojonggede-Kemang.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa ruang publik yang selama ini kurang produktif dapat dioptimalkan menjadi aset yang bernilai bagi masyarakat.
Jika dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi warga, konsep pertanian terpadu di median jalan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi model inovasi pembangunan berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
- Sistem Pertanian Terpadu
- Pemkab Bogor
- Jalan Bojonggede-Kemang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Imigrasi: Pencegahan Haji Non-prosedural Demi Keselamatan Jamaah
-
Petugas Damkar Kena Pecahan Kaca Saat Kantor Bupati Bulungan Terbakar
-
Resmi! Pixar Garap 'Monsters, Inc. 3': Penantian Panjang Lebih dari Satu Dekade
-
Pertamina Patra Niaga Pangkas 13 Ribu Ton Emisi Karbon Lewat Green Shipping
-
Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Depok 2026 Dibuka, Ini Daftar 47 SMP dan MTs
-
Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan RTLH di Sekitar Kediaman Prabowo Subianto Tuntas dalam Dua Tahun
-
Mengintip Puncak Arus Mudik Idul Fitri 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.