Serangan Iran Memanas: AS Temukan Jenazah di Yordania, Satu Prajurit Gugur di Irak

Senin, 20 Jul 2026, 11:40 WIB

JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan penemuan satu jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi serangan Iran di Yordania. Temuan tersebut terjadi setelah operasi pencarian lanjutan menyusul serangan pada 17 Juli yang sebelumnya menewaskan dua personel militer AS dan menyebabkan satu anggota lainnya dinyatakan hilang.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan jenazah tersebut ditemukan setelah tim melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi kejadian. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung sehingga pihak militer belum dapat memastikan identitas korban maupun memberikan keterangan lebih lanjut.

Ket. Foto: Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan penemuan satu jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi serangan Iran di Yordania. Temuan tersebut terjadi setelah operasi pencarian lanjutan menyusul serangan pada 17 Juli yang sebelumnya menewaskan dua personel militer AS dan menyebabkan satu anggota lainnya dinyatakan hilang. — Sumber: Times of India

"Kemarin, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan meninggalnya dua anggota militer AS dan status hilang satu orang di Yordania menyusul serangan Iran pada 17 Juli. Setelah pencarian menyeluruh, personel militer AS menemukan jenazah yang tidak teridentifikasi di lokasi tersebut hari ini. Proses pemeriksaan untuk memverifikasi jenazah tersebut sedang berlangsung," demikian pernyataan CENTCOM.

Dalam insiden terpisah, seorang anggota militer AS dilaporkan tewas saat menjalankan tugas di Irak utara pada 18 Juli. Korban meninggal ketika melakukan peledakan terkontrol terhadap amunisi yang belum meledak dari pesawat tanpa awak atau drone serang milik Iran yang telah jatuh.

CENTCOM juga menyebut seorang personel militer lainnya mengalami luka ringan dalam insiden tersebut dan kini menjalani perawatan medis. Sesuai prosedur, identitas personel yang gugur maupun yang masih hilang belum dipublikasikan hingga proses pemberitahuan kepada keluarga selesai dilakukan.

"Secara terpisah, seorang anggota militer AS di Irak utara tewas dalam tugas pada 18 Juli saat dilakukan peledakan terkontrol terhadap amunisi yang belum meledak dari pesawat tak berawak serang satu arah Iran yang jatuh. Anggota militer lainnya terluka dan masih menerima perawatan medis untuk cedera ringan," tulis CENTCOM.

Perkembangan ini terjadi ketika Amerika Serikat melanjutkan operasi militer terhadap Iran atas arahan Presiden Donald Trump. Menurut CENTCOM, serangan terbaru difokuskan pada jaringan pengawasan pantai Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sistem pertahanan udara, aset maritim, serta fasilitas penyimpanan rudal dan drone yang dinilai menjadi ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Militer AS menyatakan operasi tersebut juga bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran sekaligus merespons serangan yang menewaskan personel Amerika di Yordania. Selain itu, pasukan AS masih melanjutkan blokade laut terhadap Iran dengan mengalihkan sejumlah kapal komersial untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang diterapkan.

Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan semakin memanas setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tengah menyelidiki laporan mengenai serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin yang masih dalam tahap pembangunan di Provinsi Khuzestan, Iran. Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat berada di balik serangan tersebut, sementara media setempat juga melaporkan adanya serangan udara di Pulau Qeshm serta jatuhnya pesawat nirawak MQ-9 milik AS di wilayah Ahvaz.

Meningkatnya eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah. Sejumlah pihak internasional kini terus memantau perkembangan situasi karena konflik tersebut berpotensi memengaruhi keamanan kawasan, jalur perdagangan global, serta meningkatkan risiko konfrontasi yang lebih luas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.