• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Biar Jantung Nggak Cepat B...

Biar Jantung Nggak Cepat Bermasalah, Ini Tips dari Dokter

Jumat, 17 Jul 2026, 09:20 WIB

JAKARTA – Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia, sehingga menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan.

Meningkatnya prevalensi penyakit ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, obesitas, hingga tingginya kasus diabetes dan hipertensi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kesehatan jantung. — Sumber: Antara/ Shutterstock.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan penyakit kardiovaskular tidak cukup berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga memerlukan penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko.

Pendekatan yang komprehensif tidak hanya mampu menekan angka kematian, tetapi juga mengurangi beban pembiayaan kesehatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, FIHA menyampaikan kiat yang bisa dilakukan dalam mencegah masalah pada penyakit kardiovaskular, termasuk dengan mengenali faktor risiko yang bisa memicu serangan.

Menurut dia, lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati. Dalam hal ini, faktor risiko orang bisa terkena serangan jantung salah satunya disebabkan memiliki tensi yang tinggi.

“Jadi setiap masyarakat Indonesia harus menyadari, kalau misalnya nanti dia tensinya di atas 140/90, itu artinya tensinya tinggi, hipertensi. Harus diobatin,” kata Ade, kepada ANTARA saat ditemui usai acara ASMIHA ke-35 di Jakarta, Kamis (16/7).

Ade menyarankan dalam mencegah faktor risiko masalah jantung seperti hipertensi bisa dimulai dengan penerapan dari gaya hidup seperti mengurangi diet garam, tidak mengonsumsi ikan asinnya banyak.

Jika tekanan darah tetap tinggi, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan untuk diobati.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) itu juga mengatakan bahwa kolesterol tinggi hingga diabetes juga menjadi faktor risiko masalah pada jantung.

Ia menyarankan agar kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL) harus di bawah 100, sementara pada penderita diabetes diobati supaya HbA1c atau hemoglobin A1c HbA1C harus di bawah dari 7 persen. Selain itu, merokok juga menjadi faktor risiko masalah pada jantung.

“Saya ada pasien umur 24 tahun serangan jantung. Kenapa? dia ngerokok tiga bungkus sehari. Jadi ada sumbatan total di pembuluh darah koronernya, padahal enggak ada penyempitan, menyebabkan serangan jantung. Itu faktor risiko yang harus ditangani,” tutur dia.

Lebih lanjut, Ade menekankan dengan mengobati faktor risiko, berpotensi menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner yang paling sering.

“Jadi satu faktor risiko (penyakit kardiovaskular) mungkin 20 persen, kalau kita tidak merokok, enggak hipertensi, enggak kolesterol tinggi, enggak diabetes, itu mengurangi 80 persen. Karena 20 persennya itu faktor keturunan, genetik,” ujar dia.

Sebelumnya, berdasarkan laman Kementerian Kesehatan yang dipublikasi pada 2025 bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia, di mana serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Menhub Pastikan Pembenahan Secara Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

Kemenkeu: Pemerintah Masih Susun Skema Baru Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027

HBO Max: Serial “It: Welcome to Derry” Berlanjut ke Musim Kedua

OJK Tegaskan Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

Buaya Sepanjang Tiga Meter Muncul di Pantai Wisata Pasir Putih, Pengunjung Panik ‎

Joe Taslim Gabung Film Netflix “Extraction 3”

Perluas Pengalaman Lifestyle Padel bagi Nasabah dan Masyarakat, CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.