Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Menag Ajak Umat Islam Manfaatkan untuk Verifikasi Arah Kiblat

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Menag Ajak Umat Islam Manfaatkan untuk Verifikasi Arah Kiblat Doc: Kemenag RI
Ket. Menag Nasaruddin Umar

JAKARTA – Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Matahari yang berada tepat di atas Ka'bah untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat.

Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat kita. Oleh karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Menag di Jakarta, Senin (13/7), dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Menag menjelaskan, fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, sinar Matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.

Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 – 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang memasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka'bah dan dapat dijadikan cetakan untuk mengukur ketepatan arah kiblat.

“Pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kami akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Menag mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk bersama-sama melakukan verifikasi ke arah kiblat.

Partisipasi dalam gerakan nasional ini dilakukan dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal  https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev.  Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti pengukuran secara serentak sesuai waktu fenomena Matahari di atas Ka'bah di wilayah masing-masing.

Dalam portal tersebut, terdapat juga panduan teknis pelaksanaan sehingga masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama di daerah.

Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 tidak hanya bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan. Gerakan ini juga diharapkan menjadi momentum edukasi masyarakat tentang pentingnya ilmu falak sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.