Norwegia Tersingkir, Pesta Tetap Berlanjut: Suporter Rayakan Perjalanan Bersejarah di Piala Dunia 2026
Minggu, 12 Jul 2026, 09:00 WIBOSLO â Kekalahan dramatis dari Inggris memang mengakhiri langkah Norwegia di Piala Dunia 2026. Namun, bagi puluhan ribu pendukung, perjalanan bersejarah tim nasional justru layak dirayakan, bukan ditangisi.
Beberapa jam setelah Norwegia kalah 1-2 dari Inggris melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final di Miami, ribuan suporter memadati jalan-jalan utama Kota Oslo pada Minggu (12/7) dini hari waktu setempat.
Mengenakan atribut merah, putih, dan biru, mereka berarak menuju Royal Palace untuk melakukan satu "Viking Row" terakhir, selebrasi khas yang sepanjang turnamen menjadi identitas para pendukung Norwegia dan menarik perhatian pecinta sepak bola dunia.
Meski waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, suasana di ibu kota Norwegia jauh dari kesan muram.
Sorak-sorai, nyanyian, hingga pesta kembang api mewarnai malam sebagai bentuk penghormatan kepada skuad yang berhasil mencatat sejarah baru bagi sepak bola Norwegia.
"Kami bangga kepada mereka. Terima kasih atas semua kenangan indah yang telah diberikan," ujar seorang suporter kepada penyiar publik NRK.
Pencapaian Norwegia memang melampaui ekspektasi banyak pihak.
Sebelum Piala Dunia 2026, negara Skandinavia itu belum pernah sekalipun memenangi pertandingan di fase gugur Piala Dunia. Namun tahun ini mereka berhasil melangkah hingga perempat final setelah menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, para pendukung justru menunjukkan optimisme besar terhadap masa depan tim nasional.
Sepanjang perayaan, ribuan orang menyanyikan yel-yel:
"Kami akan menjuarai Euro dua tahun lagi," yang dinyanyikan mengikuti irama lagu legendaris We're Not Gonna Take It milik grup rock Twisted Sister.
Suasana semakin meriah ketika para relawan membagikan brunost, keju cokelat khas Norwegia, kepada para suporter yang memadati pusat kota.
Di kawasan Palace Square, seorang pendukung mengaku kekalahan dari Inggris tidak menghapus rasa bangga terhadap tim nasional.
"Ini adalah kebanggaan nasional. Kami sedang merayakan sesuatu yang telah kami perjuangkan bersama," katanya.
Malam itu, lagu kebangsaan Norwegia terus berkumandang, sementara suar (flare) dan kembang api menerangi langit di atas Karl Johan, jalan utama Oslo yang dipenuhi puluhan ribu pendukung.
Bagi banyak warga Norwegia, perjalanan di Piala Dunia 2026 telah mengubah cara dunia memandang sepak bola negara mereka.
"Ini perjalanan yang luar biasa. Viking Row kini dikenal di seluruh dunia. Kami telah melakukan lebih dari apa yang pernah kami impikan," ujar suporter lainnya.
Meski gagal melangkah ke semifinal, Norwegia meninggalkan Piala Dunia dengan kebanggaan besar.
Dipimpin kapten Martin Odegaard dan mesin gol Erling Haaland, mereka berhasil mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Lebih dari sekadar hasil di lapangan, keberhasilan menyatukan jutaan pendukung dan memperkenalkan budaya suporter melalui selebrasi Viking Row menjadi warisan yang akan terus dikenang.
Bagi Norwegia, Piala Dunia 2026 memang telah berakhir. Namun, keyakinan bahwa generasi emas mereka masih mampu meraih prestasi lebih besar pada masa mendatang justru semakin menguat.
- Timnas Inggris
- Piala Dunia 2026
- timnas norwegia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Piala Dunia, Andreas Schjelderup Kejutkan Inggris dengan Gol Spektakuler
-
3 Pelajaran Penting dari Kemenangan Inggris: Three Lions Taklukkan Tantangan Ketinggian dengan Mental Baja.
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Piala Dunia: Inggris Singkirkan Tuan Rumah Meksiko dengan Skor 3-2
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.