Prambanan Bersolek, Kemenpar Optimistis Dongkrak Daya Tarik Wisata

Jumat, 10 Jul 2026, 19:00 WIB

JAKARTA – Restorasi warisan budaya merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat nilai ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada pelestarian fisik bangunan atau situs bersejarah, tetapi juga memastikan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi usai meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya di Candi Prambanan, Sleman, DIY, Rabu (8/7/2026). — Sumber: ANTARA/ Bayu Pratama S.

Agar manfaatnya optimal, restorasi perlu didukung dengan tata kelola yang baik, keterlibatan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi konservasi, sehingga warisan budaya dapat terus menjadi aset edukasi, kebanggaan nasional, dan penggerak ekonomi daerah.

Kementerian Pariwisata menyambut rencana restorasi dan konservasi kompleks Candi Prambanan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah India.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (8/7) meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya di Candi Prambanan, ​​kompleks candi Hindu yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Dengan adanya restorasi dan konservasi, selain memperkuat keberadaan Candi Prambanan sebagai situs sejarah, juga akan meningkatkan kualitas keberadaannya sebagai daya tarik wisata," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (10/7).

Nia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan akan mendukung upaya restorasi dan konservasi Candi Prambanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Menurut dia, Kementerian Pariwisata antara lain akan mendukung pengembangan Candi Prambanan dan daerah sekitarnya sebagai destinasi pariwisata.

Kementerian Pariwisata, ia menjelaskan, akan merancang paket layanan seperti wisata kebugaran serta wisata sejarah dan budaya agar selain menikmati keindahan Candi Prambanan wisatawan bisa merasakan pengalaman otentik di destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Pemerintah Indonesia dan India sepakat berkolaborasi untuk merestorasi kompleks Candi Prambanan.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan bahwa restorasi Candi Prambanan akan diselesaikan sebelum tahun 2029.

Dia berjanji kembali ke Indonesia setelah proyek restorasi candi itu rampung.

Perdana Menteri Narendra Modi yakin jumlah wisatawan dan peziarah dari India yang mengunjungi Candi Prambanan akan meningkat setelah kompleks candi direstorasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara dari India ke Indonesia selama 2023 mencapai 606.439 kunjungan, tahun 2024 mencapai 710.207 kunjungan, dan tahun 2025 mencapai 734.490 kunjungan.

Sepanjang Januari sampai Mei 2026, menurut data BPS angka kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai 298.450 kunjungan.

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan dari India ke Indonesia sepanjang 2026 bisa mencapai 750 ribu sampai 820 ribu kunjungan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.