Kabupaten Sidrap Naik Daun, Jadi Percontohan Ketahanan Pangan dan Energi
Jumat, 10 Jul 2026, 12:54 WIBMAKASSAR â Warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) boleh bangga karena daerahnya menjadi percontohan ketahanan pangan dan energi secara nasional. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) segera menjadikan Kabupaten Sidrap di Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai daerah percontohan ketahanan pangan dan kesiapan energi terbarukan.
Direktur Pembangunan Indonesia Timur PPN Bappenas, Ika Retna Wulandary melalui keterangannya di Sidrap Jumat, mengatakan Sidrap dapat menjadi salah satu percontohan utama dalam ketahanan pangan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Keberhasilan Sidrap salah satunya, kata dia, meningkatkan produktivitas pertanian, pertumbuhan ekonomi, serta berbagai indikator pembangunan lainnya yang menjadi modal penting untuk dijadikan contoh bagi daerah lain, khususnya di kawasan Indonesia Timur
"Kami dari Bappenas berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung. Apa yang baik di Sidrap mari kita perkuat, dan apa yang bisa direplikasi di daerah lain mari kita dorong," ujarnya dengan nada optimis.
Ia menilai kabupaten tersebut berpotensi menjadi penopang utama di Kawasan Indonesia Timur melalui penguatan pada sektor pangan maupun energi terbarukan dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB).
Ke depan, kerja sama antardaerah, kata dia, perlu dikembangkan dengan melihat pengalaman Sidrap mengelola daerahnya untuk di bagikan ke daerah kabupaten lainnya di Indonesia.
Menurutnya, peninjauan bersama tim perencanaan pembangunan dan direktorat pangan dan pertanian Bappenas di kabupaten tersebut untuk mengumpulkan data lapangan guna penyusunan perencanaan pembangunan dan program prioritas nasional.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kehadiran tim Bappenas untuk meninjau langsung daerahnya. Menurut dia, ini merupakan tindak lanjut dari pertemuannya bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, serta koordinasi secara intens antara Bapperida Sidrap dengan Bappenas.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini turut memaparkan posisi strategis Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sidrap sejauh ini mampu memproduksi sekitar 500 ribu ton gabah setiap tahun.
"Kebutuhan konsumsi masyarakat Sidrap hanya sekitar 35 ribu ton. Sekitar 107 ribu ton diserap Bulog. Sisanya kurang lebih 320 ribu ton kami suplai ke berbagai wilayah di Indonesia Timur. Sidrap sudah lama menjadi daerah yang ikut memberi makan daerah lain," katanya menjelaskan.
Selain produktivitas pertanian, sektor peternakan turut mendukung ketahanan pangan dan terus berkembang. Hanya saja, distribusi hasilnya masih membutuhkan dukungan anggaran perbaikan infrastruktur jalan agar lebih memadai.
"Di Sidrap, terdapat 955 kilometer jalan dalam kondisi rusak. Melalui efisiensi anggaran, tahun lalu kami memperbaiki sekitar 60 kilometer, disusul tahun ini sekitar 200 kilometer. Tapi, masih tersisa sekitar 700-an kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 triliun," katanya mengungkapkan.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dengan Bappenas dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program strategis di Sidrap, khususnya pembangunan infrastruktur penunjang ketahanan pangan, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, serta energi terbarukan.
Sedangkan dari sisi energi terbarukan, PLTB Sidrap yang menjadi pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia berkapasitas 75 megawatt (MW), masih akan dikembangkan. Rencananya, bersama Bappenas akan mempersiapkan pengembangan tambahan PLTB di Lawawoi dan Lainungan berkapasitas sekitar 100 MW.
- ketahanan pangan nasional
- Kabupaten Sidrap
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Gubernur Khofifah Sebut Kawasan Jatim Hub di Sidoarjo Perkuat Daya Saing Ekspor
-
Antonelli Incar Kemenangan Keempat Beruntun di GP Kanada
-
Perkuat Ketahanan Pangan dan Air Indonesia Timur: Ini Progres Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
-
Dishub: Puncak Arus Balik Nagreg Diprediksi Terjadi Hari Ini
-
Menteri Hukum Rekomendasikan Pembukaan Prodi Kenotariatan di Babel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.