Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Minta Penataan Setu Babakan Prioritaskan Keberlangsungan Usaha Warga

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:21 WIB | Oleh:
DPRD DKI Minta Penataan Setu Babakan Prioritaskan Keberlangsungan Usaha Warga Doc: ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta
Ket. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.

JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta agar penataan kawasan Setu Babakan tidak hanya berorientasi pada penataan fisik, tetapi juga mengutamakan keberlangsungan usaha para pedagang kaki lima (PKL) dan warga sekitar yang selama ini menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut.

"Kalau memang dibuat zona-zona untuk PKL, kawasan Setu Babakan sebenarnya sangat luas sehingga bisa mengakomodasi lebih banyak pedagang. Yang penting warga sekitar tetap mendapatkan ruang untuk berusaha," kata Yuke di Jakarta, Kamis (9/7).

Yuke mengungkapkan, saat ini sebagian PKL sedang menjalani proses relokasi karena sebelumnya berjualan di atas saluran air.

Meski demikian, ia berharap lokasi relokasi tidak terlalu jauh dari kawasan Setu Babakan agar para pedagang tidak kehilangan pelanggan dan sumber penghasilan.

Selain menyoroti penataan Setu Babakan, ia juga mendorong optimalisasi aset milik Pemprov DKI Jakarta yang belum dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, banyak lahan milik pemerintah yang menganggur selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah organik.

"Keberadaan lahan kecil sekalipun dapat membantu masyarakat mengolah sampah dedaunan maupun sampah organik lainnya. Sehingga mengurangi beban pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir," kata Yuke.

Tak hanya itu, Yuke juga turut menyinggung perlunya penyelesaian persoalan aset lintas dinas yang sering menghambat pembangunan fasilitas publik, seperti perbaikan jalan setapak yang menjadi akses warga menuju sekolah maupun rumah ibadah.

"Saya harapkan pemerintah mengkaji kemungkinan pemanfaatan lahan TPU di Pondok Ranggon yang dinilai dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan sekolah," ungkap Yuke.

Menurutnya, kebutuhan ruang pendidikan sama pentingnya dengan penyediaan fasilitas umum lainnya sehingga perlu dicari solusi terbaik melalui koordinasi lintas instansi.

"Kalau memang memungkinkan, tentu harus dicari jalan tengah agar kebutuhan masyarakat, baik untuk fasilitas pendidikan maupun fungsi lahan lainnya, sama-sama dapat terpenuhi," ucap dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...

Pemerintah Kota Bogor Lanjutkan Penertiban 516 Angkot

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Daerah
Dukung Pariwisata, DAMRI Bu...
Rona
Winter aespa Kena Herpes Zo...
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.