Bappenas: Cadangan Beras Melimpah, Kini Saatnya Jaga Tata Kelola
Kamis, 09 Jul 2026, 17:45 WIBJAKARTA â Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama saat terjadi gejolak produksi, bencana, atau lonjakan permintaan.
Efektivitas pengelolaan CBP bergantung pada akurasi perencanaan, kecepatan distribusi, serta kemampuan menjaga kualitas stok agar tetap layak konsumsi.
Dengan tata kelola yang transparan dan adaptif, CBP tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan melindungi daya beli masyarakat.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melaporkan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga semester I-2026 mencapai 5,19 juta ton, melampaui target yang ditetapkan 4 juta ton.
âPengelolaan Cadangan Beras Pemerintah per tanggal 6 Juli 2026 telah mencapai 5,19 juta ton atau 129 persen dari target 4 juta ton,â kata Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (9/7).
Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran Cadangan Beras Pemerintah tahun 2026-2029.
Dalam pelaksanaan Inpres tersebut, Bappenas memiliki peran untuk memastikan kebijakan pengadaan dan pengelolaan gabah atau beras dalam negeri, termasuk penyaluran CBP, berjalan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Penugasan tersebut juga telah diintegrasikan ke dalam RKP 2025 dan 2026 melalui Program Prioritas Swasembada Pangan, khususnya kegiatan prioritas pengelolaan cadangan pangan.
Capaian semester I yang melampaui target diyakini menunjukkan posisi cadangan beras pemerintah relatif kuat. Sebagai perbandingan, pengelolaan CBP pada 2025 mencapai 5,01 juta ton, setara 167 persen dari target sebesar 3 juta ton.
Sebagai tindak lanjut, Bappenas merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan CBP sebagai strategi peningkatan pendapatan petani dan stabilisasi harga antarwaktu maupun antarwilayah.
Cadangan tersebut juga dinilai perlu diarahkan untuk memperkuat jaminan bantuan pangan agar distribusi beras dapat lebih tepat sasaran.
Selain itu, Bappenas mendorong perluasan pelibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam penyaluran beras serta memperluas penerapan sistem resi gudang sebagai instrumen pengelolaan stok dan pembiayaan komoditas pangan.
Ke depan, Bappenas juga akan merumuskan konsep dan strategi pengelolaan cadangan pangan yang lebih dinamis.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harkitnas Harus Jadi Momentum Reflektif Bangsa
-
Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Produksi Industri, Penguatan Rantai Pasok Lokal Tak Bisa Ditunda
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Dijual di Bawah HET dan Mudah Diakses Masyarakat
-
Kasus Eksploitasi Seksual oleh WNA Selandia Baru Sudah Naik Penyidikan
-
Tinjau Gudang di Jayapura, Dirut Bulog Jamin Kualitas Beras Aman dan Stok Terjaga di Indonesia Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.