Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan IKN Tahap Dua Makin Pacu Ekonomi

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 03:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan IKN  Tahap Dua Makin  Pacu Ekonomi Doc: Antara
Ket. Bangunan gedung istana KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyakini pembangunan ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tahap dua bakal semakin menumbuhkan ekonomi wilayah sekitar.

“Dampak ekonomi diperkirakan semakin meningkat pada periode pembangunan IKN tahap dua (2025-2029),” ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia ketika ditanya menyangkut proyeksi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, kemarin.

Hasil kajian pembangunan ibu kota baru Indonesia tahap satu (periode 2022-2024) yang dilakukan Otorita IKN mencatat ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah inti pembangunan tumbuh sekitar 19,9 persen, lebih tinggi dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur.

“Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur juga tumbuh kisaran 3,7 persen, cukup tinggi dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan, dipicu belanja pemerintah dan lonjakan investasi dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama struktur PDRB setelah pembangunan IKN berjalan,” kata Mia Amalia.

Produk domestik regional bruto (PDRB), menurut dia, diproyeksikan memberikan tambahan kontribusi yang signifikan bagi wilayah sekitar, dengan dampak positif yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Dampak pembangunan IKN dikelola dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor lainnya,” ujar dia.

Proyeksi tersebut, lanjutnya, penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur, memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah.

Menurut dia, arah pengelolaan itu sejalan dengan konsep pengembangan melalui Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) untuk memperluas dampak pembangunan IKN dalam jangka panjang.

Melalui keterkaitan ibu kota baru Indonesia, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan dan Samarinda, serta wilayah sekitar, pembangunan IKN diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru, ujar Mia.

Pusat pertumbuhan baru diarahkan untuk mendongkrak ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, kata dia, bergerak menuju sektor lebih produktif, bernilai tambah dan berkelanjutan.

Dampak pembangunan IKN mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta sektor pendukung lainnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.