• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lima Perubahan Besar 'Hous...

Lima Perubahan Besar 'House of the Dragon' Season 3 Episode 3 yang Bisa Mengubah Akhir Cerita

Selasa, 07 Jul 2026, 10:33 WIB

Episode ketiga House of the Dragon musim ketiga menghadirkan sejumlah perubahan besar dibandingkan kisah asli dalam novel Fire & Blood karya George R. R. Martin. Beberapa perubahan bahkan dinilai dapat mengubah arah cerita hingga akhir serial.

Setelah berhasil merebut Iron Throne, Rhaenyra Targaryen mulai menghadapi tantangan berat sebagai penguasa. Selain kas kerajaan yang kosong akibat emas mahkota dibawa kabur kubu Hijau, sejumlah keputusan baru yang diambil serial HBO membuat alurnya mulai menjauh dari versi buku.

Ket. Foto: Walau garis besar perang saudara Targaryen masih mengikuti novel aslinya,Fire & Blood, berbagai penyimpangan ini berpotensi mengubah nasib sejumlah karakter utama dan membuat akhir serial berbeda dari ekspektasi para pembaca novel. — Sumber: Istimewa

Berikut lima perubahan kanon terbesar di episode ini.

1. Tyland Lannister Diduga Tewas

Salah satu perubahan paling mencolok adalah nasib Tyland Lannister. Dalam serial, ia diduga tewas setelah terjatuh ke laut saat Pertempuran Gullet. Corlys Velaryon bahkan menganggapnya sudah tidak mungkin selamat.

Padahal dalam novel, Tyland masih memiliki peran penting. Ia ditangkap, disiksa oleh Rhaenyra, lalu di kemudian hari menjadi salah satu penasihat utama Raja Aegon III. Jika benar-benar mati, maka jalur cerita serial akan berubah drastis.

2. Sunfyre Disebut Sudah Mati

Perubahan berikutnya menyangkut naga milik Raja Aegon II, Sunfyre.

Saat Baela melakukan pencarian, Daemon melaporkan bahwa Sunfyre telah ditemukan dalam kondisi mati dan membusuk. Pernyataan ini sangat berbeda dengan versi novel, di mana Sunfyre justru berhasil pulih dari luka-lukanya.

Dalam Fire & Blood, naga emas itu memegang peranan sangat penting karena menjadi sosok yang mengakhiri hidup Rhaenyra. Jika Sunfyre benar-benar mati, maka serial harus menghadirkan akhir yang berbeda.

3. Keluarga Hugh Hammer Berada di Tumbleton

Serial juga memberi latar belakang lebih dalam kepada Hugh Hammer, karakter yang di novel nyaris tidak memiliki kisah keluarga.

Episode ini mengungkap bahwa istrinya, Kat, sedang berada di Tumbleton. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena dalam novel Hugh kemudian berkhianat kepada Rhaenyra dan membakar kota Tumbleton bersama naga Vermithor.

Jika keluarganya memang berada di sana, pengkhianatan Hugh akan membutuhkan alasan yang jauh lebih kuat dibanding versi buku.

4. Rhaenyra Menghukum Bangsawan dengan Jamuan "Tikus"

Adegan lain yang sepenuhnya baru adalah ketika Rhaenyra menggelar jamuan makan bagi para bangsawan King's Landing, lalu mempermalukan mereka dengan hidangan tikus sebagai simbol keserakahan.

Ia juga memerintahkan penyitaan bahan makanan yang ditimbun kaum bangsawan untuk dibagikan kepada rakyat yang kelaparan.

Langkah ini tidak pernah terjadi dalam Fire & Blood. Justru di novel, Rhaenyra semakin kehilangan dukungan rakyat akibat kebijakan pajak yang memberatkan.

5. Rhaenyra Menolak Melegitimasi Addam dan Alyn

Perubahan terakhir terjadi dalam hubungan Rhaenyra dengan Corlys Velaryon.

Saat Corlys berharap putra-putra haramnya, Addam dan Alyn, diakui sebagai anak sah, Rhaenyra justru menolaknya. Keputusan tersebut memicu ketegangan di antara keduanya.

Dalam novel, penolakan seperti ini tidak pernah terjadi. Namun serial tampaknya sengaja membangun konflik yang nantinya akan memperburuk hubungan Rhaenyra dengan Corlys menjelang babak akhir perang saudara Targaryen.

Kelima perubahan tersebut menunjukkan bahwa House of the Dragon kini semakin berani mengambil jalur cerita sendiri. Walau garis besar perang saudara Targaryen masih mengikuti Fire & Blood, berbagai penyimpangan ini berpotensi mengubah nasib sejumlah karakter utama dan membuat akhir serial berbeda dari ekspektasi para pembaca novel.

  • House of the Dragons

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.