Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Obesitas Bukan Soal Bentuk Badan tapi Penyakit!

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Obesitas Bukan Soal Bentuk Badan tapi Penyakit! Doc: IST
Ket. Ilustrasi

JAKARTA - Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa obesitas bukan sekadar soal berat badan namun penyakit yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

“Obesitas bukan lagi soal berat badan yang mempengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker,” ujar Prof. Dante, dalam temu media acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, pada Sabtu.

Prof Dante menyampaikan berdasarkan Human Genome Project, di mana proyek untuk mengevaluasi gen di populasi dunia, termasuk gen obesitas itu memang sudah terpola sebagai pola tertentu. Hal itu yang membuat ada individu yang merasa mudah mengalami kenaikan berat badan.

“Jadi ada orang yang punya pendapat 'ah saya minum air saja sudah gemuk', ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk'. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas,” tutur dia.

Dante menekan bahwa kondisi tersebut butuh pendekatan khusus, seperti perbaikan pola makan. Perubahan pola makan setidaknya berpotensi menurunkan berat badan sekitar 5 persen.

Jika perubahan itu dibarengi dengan olahraga dan gaya hidup sehat itu penurunannya dapat mencapai 5-10 persen. Sementara itu, jika dengan operasi ususnya mesti dipotong, penyerapan makanan jadi sedikit, penurunannya akan turun 25-30 persen.

“Kan ada gap tuh tadi, di situlah tempatnya obat untuk menurunkan berat badan. Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen,” ujar dia.

Ia mengemukakan dengan obat resep dokter seperti tirzepatide mempunyai dua efek dalam incretin hormone yang diproduksi oleh sel usus, yaitu sel yang diproduksi oleh sel K yang namanya GIP dan oleh sel L yang namanya GLP-1, maka supra-fisiologis dinaikkan di atas batas normal sehingga mempunyai efek menurunkan berat badan, profil lipid hingga gula darahnya membaik.

“Karena itulah maka obesitas adalah penyakit, yang mesti dikelola dengan baik,” imbuh Prof. Dante.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Menbud Ajak Masyarakat Lestarikan Kebudayaan Melayu

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Lest...
Megapolitan
Pemprov DKI Terima Hibah As...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.