Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Krakatau Kini Lebih Berbahaya dari Ibunya, Berstatus Siaga

6 Jumat, 03 Jul 2026, 13:46 WIB | Oleh:
Anak Krakatau Kini Lebih Berbahaya dari Ibunya, Berstatus Siaga Anak Krakatau Kini Lebih Berbahaya dari Ibunya, Berstatus Siaga Doc: ist
Ket. status naik

JAKARTA – Melohat gelagat yang kurang baik dari Gunung Anak Krakatau, maka Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini, Jumat, menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda antara pesisir barat Lampung dan Banten itu, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Jumat, mengatakan peningkatan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api itu dalam beberapa waktu terakhir.

Data pengamatan memperlihatkan peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, serta aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju bagian dangkal.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," kata Lana Saria.

Selain itu hasil pemantauan tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan, kata dia,  juga menunjukkan kecenderungan inflasi yang menandakan akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan, untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif guna menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material pijar.

Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah diminta menyiapkan langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi apabila terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.

Badan Geologi menegaskan pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan memanfaatkan jaringan seismik, deformasi, dan pengamatan visual untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi secara dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Kota Tangerang Laris Manis, Target Investasi Terlewati

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Tangerang Laris Manis,...

Siber Juga Menyerang Industri Pariwisata

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Siber Juga Menyerang Indust...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.