Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Swiss Teken MoU Kerja Sama Hilirisasi Mineral dan Logam

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 03:25 WIB | Oleh:
Indonesia dan Swiss Teken MoU Kerja Sama Hilirisasi Mineral dan Logam Doc: ANTARA/HO-KBRI Bern
Ket. Indonesia dan Swiss menyepakati kerja sama pengolahan mineral dan logam, di sela-sela "Industry Day 2026" yang diselenggarakan di Kota Basel, Swiss, Selasa (23/6).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Swiss resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Hilirisasi Mineral dan Logam di sela-sela perhelatan Industry Day 2026 di Kota Basel, Swiss, Selasa (23/6).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya mendapat kehormatan untuk membubuhkan inisial pada dokumen MoU, bersama dengan State Secretary SECO Swiss Duta Besar Andrea Rauber Saxer.

Kerja sama ini, menurut Dubes Ngurah dalam keterangan tertulis KBRI Bern pada Kamis, semakin memperkuat hubungan Indonesia-Swiss menuju kemitraan yang lebih strategis.

"Indonesia dan Swiss memiliki kesamaan karakter di mana kedua negara, sesuai prinsip politik luar negeri masing-masing, adalah negara yang dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan semua negara, serta memegang teguh prinsip dan nilai yang sama, seperti multilateralisme dan hukum internasional,” kata dia.

Di samping itu, dia mengemukakan bahwa kedua negara juga memiliki landasan kerja sama yang kuat, dan terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan.

“Indonesia menjadi mitra potensial Swiss dalam memperkuat rantai pasok industri, sementara investasi Swiss akan dapat memperkuat ekosistem industri Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sebagai salah satu negara industri unggul,” ujar Dubes Ngurah.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret kunjungan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Guy Parmelin dan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta pada Oktober 2025.

Kerja sama ini pertama kalinya dilakukan oleh Swiss dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing yang saling melengkapi, khususnya terkait program hilirisasi Indonesia.

"Dampak dinamika geopolitik mengharuskan Swiss melakukan diversifikasi, khususnya untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri, dengan meningkatkan kerja sama dengan mitra non tradisional, khususnya Indonesia dalam kerangka ASEAN," ujar Menteri Parmelin.

Presiden SwissMEM, Martin Hirzel, selaku penyelenggara Industry Day, juga menegaskan bahwa kekuatan hubungan Swiss dan Indonesia bukan berdasarkan saling kompetisi, tetapi justru saling melengkapi.

Hubungan Indonesia-Swiss yang telah terjalin selama 75 tahun juga diperkuat melalui berbagai perjanjian internasional, antara lain Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-EFTA, Bilateral Investment Treaty (BIT), Mutual Legal Assistance (MLA), serta kerja sama dalam pengolahan mineral dan logam.

Dengan tema “Trust, Innovation, Partnership”, kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dengan semangat memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip saling percaya, komitmen terhadap inovasi, serta kemitraan yang setara.

Nilai-nilai ini sekaligus menjadi inspirasi bagi keberlanjutan kerja sama kedua negara di masa depan, demikian keterangan KBRI Bern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Warga Mesti Waspada, Hari I...
Megapolitan
Pemprov DKI Ungkap Bahaya T...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.