Curug Cikawah: Perpaduan Langka Air Terjun dan Kawah Belerang
Jumat, 26 Jun 2026, 07:13 WIBKABUPATEN Bogor selama ini dikenal sebagai surga wisata alam. Di kawasan ini terdapat puluhan air terjunâatau curug dalam bahasa Sundaâyang tersebar di wilayah pegunungan, terutama di sekitar Gunung Salak dan Gunung Pangrango.
Namun, di antara banyaknya curug yang ada, Curug Cikawah di Kecamatan Pamijahan memiliki pesona yang berbeda. Destinasi ini bukan hanya menghadirkan keindahan air terjun, tetapi juga menawarkan fenomena alam yang jarang ditemukan di tempat lain, yakni perpaduan antara aliran air pegunungan, kawah belerang, dan lanskap vulkanik yang masih aktif.
Uniknya, aliran air di Curug Cikawah terasa hangat karena air terjun yang dingin bersentuhan langsung dengan sumber mata air panas belerang. Suhu airnya rata-rata mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Ketinggiannya yang mencapai 1.000 mdpl membuat suhu udara rata-rata di sini berkisar 23 derajat Celsius, sehingga kawasannya tetap terasa sejuk.
Terletak di kawasan kaki Gunung Salak, tepatnya di Cibeureum, Desa Ciasmara, Curug Cikawah menjadi salah satu tujuan wisata alam yang semakin populer di kalangan pencinta petualangan. Lokasinya yang tersembunyi di tengah hutan membuat tempat ini masih terjaga keasriannya.
Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi panorama alam yang indah, tetapi juga pengalaman menjelajahi kawasan geotermal yang unik. Gunung Salak sendiri diklasifikasikan sebagai gunung api purba aktif yang telah mengalami erosi. Beberapa kawah yang ada menjadi penanda bahwa gunung ini masih menunjukkan aktivitas vulkanisnya.
Berbeda dengan beberapa objek wisata yang dapat diakses langsung menggunakan kendaraan, perjalanan menuju Curug Cikawah membutuhkan usaha lebih. Dari area parkir di Cibeureum, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalur setapak yang membelah perkebunan, hutan, serta aliran sungai kecil.
Trekking menuju lokasi menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Jalur yang dilalui menawarkan pemandangan khas pegunungan tropis dengan pepohonan rindang, udara sejuk, serta suara alam yang menenangkan. Di beberapa titik, pengunjung akan melewati bebatuan besar dan jalur sungai yang menambah sensasi petualangan.
Meski membutuhkan tenaga ekstra, perjalanan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan mengaku menikmati setiap langkah menuju Curug Cikawah karena panorama alamnya yang masih alami dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Kawah Belerang
Keunikan utama Curug Cikawah terletak pada keberadaan kawah belerang yang berada di kawasan yang sama dengan air terjun. Dari kejauhan, pengunjung dapat melihat kepulan uap putih yang keluar dari sela-sela bebatuan. Aroma khas sulfur pun mulai tercium ketika mendekati area kawah.
Fenomena ini merupakan bagian dari aktivitas geotermal Gunung Salak yang masih berlangsung hingga kini. Air panas yang mengandung mineral keluar dari dalam tanah dan membentuk sumber-sumber air panas alami di sekitar kawasan tersebut.
Pemandangan kepulan uap yang muncul di antara vegetasi hijau menciptakan kontras yang sangat menarik. Tidak sedikit wisatawan yang menyebut suasana di Curug Cikawah mirip dengan lanskap vulkanik di luar negeri karena kombinasi warna batuan, uap panas, dan aliran sungainya.
Setelah melewati jalur trekking, pengunjung akan disambut oleh keindahan Curug Cikawah yang mengalir di antara tebing-tebing batu. Air dinginnya berasal dari sumber mata air pegunungan yang berada di kawasan Gunung Salak.
Suara gemuruh air yang jatuh berpadu dengan suasana hutan yang tenang menciptakan atmosfer yang menenangkan. Kabut tipis yang terbentuk dari percikan air terjun menambah kesan sejuk dan menyegarkan.
Tidak seperti air terjun pada umumnya, Curug Cikawah memiliki kolam air hangat yang biasanya dijadikan tempat untuk berendam. Suhu tersebut membuat air di kolam ini sangat cocok untuk relaksasi, serta membantu menghilangkan pegal-pegal atau gatal-gatal di badan.
Di sekitar curug, pengunjung dapat beristirahatt sambil menikmati panorama alam yang masih asri. Bebatuan besar yang tersebar di sekitar lokasi sering dimanfaatkan sebagai tempat duduk untuk menikmati pemandangan atau mengabadikan momen melalui kamera.
Surga bagi Pemburu ÂKonten Alam
Bagi para pencinta fotografi, Curug Cikawah menawarkan banyak sudut menarik. Lanskap yang terbentuk dari perpaduan hutan tropis, aliran sungai, air terjun, serta kawah belerang menciptakan komposisi visual yang sangat fotogenik.
Pada pagi hari, ketika sinar matahari mulai menembus celah pepohonan dan menyinari kepulan uap sulfur, kawasan ini menghadirkan pemandangan yang dramatis. Efek cahaya alami (ray of light) tersebut sering menjadi incaran para fotografer lanskap.
Tidak heran jika Curug Cikawah semakin dikenal melalui media sosial. Banyak wisatawan membagikan foto-foto eksotis yang memperlihatkan suasana unik kawasan ini, sehingga menarik minat pengunjung baru untuk datang dan merasakan pengalaman serupa.
Selain menyimpan keindahan geologi, kawasan Curug Cikawah juga merupakan habitat berbagai jenis flora dan fauna khas pegunungan Jawa Barat. Vegetasi yang tumbuh di sepanjang jalur trekking masih relatif terjaga karena lokasinya berada di kawasan yang belum terlalu padat oleh aktivitas wisata.
Pepohonan besar, pakis hutan, lumut yang menempel pada bebatuan, hingga berbagai jenis tanaman liar menambah kesan alami selama perjalanan. Udara yang lembap dan sejuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberlangsungan ekosistem tersebut.
Musim kemarau menjadi waktu yang paling direkomendasikan untuk mengunjungi Curug Cikawah. Pada periode ini, jalur trekking cenderung lebih aman karena tidak terlalu licin, sementara pemandangan kawah dan air terjun dapat dinikmati dengan lebih jelas.
Meski demikian, kawasan ini tetap memiliki daya tarik tersendiri saat musim hujan. Debit air terjun biasanya meningkat sehingga terlihat lebih megah. Namun, pengunjung perlu lebih berhati-hati karena jalur menuju lokasi menjadi lebih menantang.
Datang pada pagi hari juga menjadi pilihan yang ideal saat berkunjung ke Curug Cikawah. Selain cuaca yang masih sejuk, wisatawan dapat menikmati suasana yang lebih tenang sebelum kawasan mulai ramai oleh pengunjung. hay
- Curug Cikawah, Gunung Salak
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.