• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rahasia Idgitaf Rawat Kede...

Rahasia Idgitaf Rawat Kedekatan Fans Lewat Panggung Intim

Kamis, 25 Jun 2026, 18:48 WIB

JAKARTA - Penyanyi solo wanita, Idgitaf, menyatakan bahwa penyelenggaraan pertunjukan intim (intimate shows) menjadi metode yang sangat efektif bagi musisi untuk merawat sekaligus mempertahankan basis penggemar mereka.

Hubungan emosional yang kuat antara musisi dan pendengar dinilai lebih mudah terbangun melalui ruang apresiasi yang lebih personal tersebut.

Ket. Foto: Penyanyi solo wanita Idgitaf saat tampil langsung membawakan lagu-lagunya seusai diskusi industri musik bersama Spotify di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/6). — Sumber: ANTARA/Abdu Faisal

"Sebenarnya hal yang sangat-sangat efektif untuk merawat penggemar saya adalah pertunjukan intim. Mereka membeli tiket saya hanya untuk melihat saya berinteraksi dengan mereka," kata Idgitaf sebagai panelis diskusi industri musik bersama Spotify di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).

Idgitaf menjelaskan bahwa panggung luring (offline stage) semacam itu tidak membutuhkan kemewahan lampu atau pakaian yang megah.

Penampilan sederhana yang bahkan hanya melibatkan satu gitar sudah cukup bagi para pendengar untuk menikmati pertunjukan serta mengenal musisi dengan lebih baik.

Melalui konsep tersebut, interaksi dua arah seperti saling melempar lelucon dapat tercipta secara natural.

Penyanyi pelantun lagu hit bertajuk "Satu-Satu" itu menceritakan pengalamannya saat menggelar tiga hingga empat pertunjukan intim pada tahun lalu.

Acara tersebut sengaja dibuat terbatas dengan hanya menampung sekitar 100 hingga 200 orang penonton agar ia bisa melihat langsung mata para penggemarnya.

Pembatasan jumlah audiens ini terbukti mampu menciptakan atmosfer pertunjukan yang terasa sangat intim sekaligus mendalam.

Menurut Idgitaf, esensi utama dari pertunjukan tersebut adalah terjadinya koneksi nyata terhadap lagu yang biasa didengarkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan bagaimana para pendengar yang biasanya menikmati lagu berjudul "Takut" sendirian di jalan, kini dapat merasakan pengalaman emosional tersebut bersama-sama secara langsung (live).

Pengalaman kolektif itu dinilai mampu mengubah posisi seseorang dari yang semula hanya sekadar pendengar biasa menjadi bagian dari komunitas penggemar resmi. Ant

  • Acara Musik

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.